KONAWE, TELISIK.ID - Proses seleksi perekrutan tenaga kerja lokal (TKL) di dua perusahaan tambang di Konawe yakni PT VDNI dan PT OSS kini pada tahap tes wawancara dan uji skil yang dilakukan di kantor PT VDNI.

Namun proses ini dicederai oleh aksi beberapa orang yang menutup akses jalan menuju pertambangan.

Beberapa orang ini menuntut agar proses perekrutan karyawan kembali dilakukan oleh pihak perusahan, jangan ada campur tangan Pemkab, apalagi aparat penegak hukum (APH) sebagaimana proses perekrutan yang terjadi hari ini.

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara, mengecam aksi yang diduga didalangi oknum karyawan perusahaan PT VDNI dan PT OSS dengan mengatas namakan masyarakat setempat dan ia juga mengatakan ini bentuk premanisme yang mereka lakukan.

"Saya meminta kepada saudara-saudaraku yang 12 orang ini yang diduga menjadi dalang agar menghentikan aksinya. Sebab aksi itu sangat menghambat 10 ribu pendaftar calon TKL yang berkasnya sudah masuk," ungkapnya.