Program MBG di Wakatobi Dinikmati 27.465 Penerima Manfaat dan Serap 354 Pekerja

Zulkifli Herman Tumangka, telisik indonesia
Jumat, 27 Februari 2026
0 dilihat
Program MBG di Wakatobi Dinikmati 27.465 Penerima Manfaat dan Serap 354 Pekerja
Dapur penyediaan menu MBG di salah satu SPPG di Kabupaten Wakatobi. Foto:Ist.

" Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Wakatobi, hingga 23 Februari 2026, jumlah penerima manfaat tercatat mencapai sekitar 27.465 orang yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan serta kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Wakatobi, hingga 23 Februari 2026, jumlah penerima manfaat tercatat mencapai sekitar 27.465 orang yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan serta kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Berdasarkan data terbaru, penerima manfaat terbesar berasal dari jenjang SD kelas 1–3 sebanyak 4.141 siswa dan SD kelas 4–6 sebanyak 4.107 siswa. Selain itu, terdapat 2.967 siswa SMP, 2.865 siswa SMA, 614 siswa MI, serta 2.816 balita.

Program ini juga menjangkau ratusan peserta didik dari jenjang PAUD, RA, MTs, SMK, MA, SLB, pondok pesantren, dan PKBM, termasuk 3.036 siswa TK.

Program MBG juga melayani kelompok ibu hamil sebanyak 471 orang dan ibu menyusui 782 orang. Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan 2.586 guru, 229 tenaga kependidikan, serta 22 kader Posyandu.

Baca Juga: Pembangunan Kantor Bupati Buton Selatan Diprioritaskan pada RKPD Tahun 2027

Sekretaris Daerah Wakatobi, Nadar, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban penuh untuk mendukung dan menyukseskan MBG sebagai program strategis nasional.

“Pemerintah Kabupaten Wakatobi tentu mempunyai kewajiban untuk mendukung dan menyukseskan program MBG ini sebagai program strategis nasional. Apalagi sudah ada instruksi Presiden (Prabowo Subianto) yang menegaskan kepada pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaannya berjalan efektif,” ujar Nadar, Jumat (27/2/2026).

Dari sisi infrastruktur, hingga pertengahan Februari 2026, Wakatobi telah memiliki tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif beroperasi, tersebar di Pulau Wangi-Wangi, Tomia, Tomia Timur, dan Kaledupa. Selain itu, sejumlah SPPG terpencil juga sedang dalam proses pembangunan dan ditargetkan segera beroperasi.

“Hari ini secara resmi sudah ada tujuh SPPG yang beroperasi. Di samping itu, SPPG terpencil juga sedang berproses, seperti di Lamanggau, Runduma, Sampela, dan Kapota, yang diharapkan segera beroperasi untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil,” jelas Nadar.

Dampak program MBG, menurut Nadar, tidak hanya dirasakan dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga terhadap perekonomian daerah.

Hingga saat ini, sebanyak 354 tenaga kerja lokal terserap, mulai dari kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, koordinator lapangan, juru masak, petugas kebersihan, tenaga keamanan, hingga pengemudi.

"Dari sisi kemitraan, tercatat 56 suplier lokal terlibat dalam program MBG, terdiri dari 11 koperasi, 1 BUMDes, 39 UMKM, serta lima suplier lainnya," urai Nadar.

Baca Juga: Puskesmas Lailangga Muna Barat Layani Cek Kesehatan Gratis Siswa SD hingga SMA

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi terus mendorong rantai pasok bahan baku semakin terintegrasi dengan potensi lokal.

“Harapan kita, supply chain MBG ini benar-benar bisa menggerakkan ekonomi masyarakat Wakatobi. Jangan sampai nilai tambah ekonominya justru lebih banyak dinikmati suplier dari luar daerah. Karena itu, kita dorong pertanian, perikanan, dan UMKM lokal agar bisa menjadi pemasok utama,” tegas Nadar.

Pemkab Wakatobi menilai capaian ini sebagai fase ekspansi dan konsolidasi program. Fokus ke depan tidak hanya pada penambahan jumlah penerima manfaat, tetapi juga peningkatan cakupan layanan hingga wilayah terpencil, penguatan keamanan pangan, perbaikan tata kelola, serta integrasi data lintas sektor.

“Tujuan akhirnya jelas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita melalui pemenuhan gizi yang baik, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal secara nyata,” pungkas Nadar. (C)

Penulis: Zulkifli Herman Tumangka

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga