Pernikahan Dini jadi Salah Satu Penyebab Stunting

Tim Telisik, telisik indonesia
Rabu, 22 November 2023
0 dilihat
Pernikahan Dini jadi Salah Satu Penyebab Stunting
Program pendidikan kesehatan pranikah sebagai syarat agar calon pengantin paham terkait kesehatan, Rabu (22/11/2023). Foto: Sahira/Telisik

" Pernikahan di usia dini adalah salah satu variable penyebab terjadi stunting "

KENDARI, TELISIK.ID - Pernikahan di usia dini adalah salah satu variable penyebab terjadi stunting. Kurang siapnya pasangan suami istri di bawah umur soal asupan gizi yang cukup semasa kehamilan, kematangan psikologis dan organ reproduksi, serta pengetahuan tentang pola asuh yang benar.

Penguatan terkait dengan masalah stunting ini adalah kuncinya kolaborasi. Kolaborasi dengan melibatkan semua komponen masyarakat.

Problem stunting tidak hanya masalah kesehatan saja, karena dampak dari stunting itu akan berdampak pada permasalahan-permasalahan yang nanti akan berpengaruh kepada generasi emas 2045.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Adib Khumaidi mengatakan, IDI berkolaborasi dengan pemda di beberapa wilayah untuk melakukan upaya strategis dalam mencegah terjadinya stunting.

Baca Juga: Inovatif, Dikbud Sulawesi Tenggara Libatkan Siswa Tekan Inflasi

"Dengan membuat program stunting ini dengan model-model yang tentunya berdasarkan kearifan lokal, satu contoh kita juga menggerakkan yang namanya gerakan orang tua asuh dokter untuk kemudian mendukung upaya pementasan masalah stunting,"ucapnya pada pembukaan rakernas IDI dan IIDI ke-3 di Hotel Claro Kendari, Rabu (22/11/2023).

Pemerintah telah menargetkan prevalensi stunting menjadi 14 persen di tahun 2024, di mana pada 2019 mencapai 27,6 persen (Riset Kesehatan Dasar 2019) dan di 2023 turun menjadi 21,6 persen. Prevalensi stunting di Sulawesi Tenggara saat ini berada pada angka 27,7 persen.

IDI juga bekerja sama dengan BKKBN, di mana mereka melakukan program pendidikan kesehatan pranikah sebagai syarat agar calon pengantin paham terkait kesehatan.

"Ada upaya yang mulai kita lakukan sejak pranikah pendidikan kesehatan dan edukasi kesehatan dari SMA juga harus mulai ditanamkan, pendidikan kesehatan pranikah sebagai syarat semacam ada sertifikat yang itu kemudian diberikan bahwa para calon pengantin itu mereka sudah memahami terkait dengan kesehatan," bebernya.

Baca Juga: Jadi Tuan Rumah, Ini Agenda Rakernas IIDI di Kota Kendari

Upaya tersebut tentunya tidak bisa hanya mengandalkan kepada pemerintah atau Kementerian Kesehatan saja, tapi harus melibatkan semua pihak dan IDI siap untuk kemudian menjadi mitra partner utama, khususnya terkait dengan masalah stunting.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengatakan, edukasi oleh para provider dalam hal ini dokter sangat penting sekali.

"IDI harusnya bisa menjadi pelopor untuk revolusi perubahan mindset karena hari ini stunting itu sebetulnya banyak orang yang punya makanan, banyak orang yang punya uang, banyak orang yang juga pendidikannya tinggi tapi anaknya stunting karena mindset-nya yang salah, nah edukasi oleh para provider dalam hal ini dokter sangat penting sekali," ucapnya. (B)

Penulis: Sahira

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga