adplus-dvertising

Pertama di Indonesia Timur, Wakatobi Masuk Program Uji Petik PMK31

Boy Candra Ferniawan, telisik indonesia
Minggu, 19 September 2021
1071 dilihat
Pertama di Indonesia Timur, Wakatobi Masuk Program Uji Petik PMK31
Haryanto Direktur Infrastruktur Ekonomi Kemenparekraf RI, Haryanto, saat Kegiatan diskusi Kelompok Terhimpun bersama para pelaku UMKM. Foto: Boy/Telisik

" Penilaian ini dilakukan oleh Kemenparekraf terhadap subsektor ekonomi kreatif unggulan di Wakatobi "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Kabupaten Wakatobi mampu membuat kejutan dengan masuk sebagai daerah ke 64 kreatif perwakilan Indonesia Timur yang melakukan uji petik.

Hal ini disampaikan Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Haryanto, saat melaksanakan uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) di Kabupaten Wakatobi, Sultra.

"Untuk Saat ini belum ada yang mewakili Indonesia Timur, dengan harapan Wakatobi dapat menjadi daerah yang ditetapkan sebagai kabupaten/kota kreatif Indonesia," kata Haryanto.


Penilaian ini dilakukan oleh Kemenparekraf terhadap subsektor ekonomi kreatif unggulan di Wakatobi.

Bupati Wakatobi, Haliana menjelaskan, PMK3I dilaksanakan dalam satu rangkaian proses yang dimulai dari studi literatur, pengumpulan data awal, uji petik, hingga penandatanganan berita acara yang berisikan kesepakatan bersama antara pelaku ekraf di kabupaten/kota.

Ia menerangkan, manfaat PMK3I bagi kabupaten/kota adalah untuk mengetahui potret diri dan posisi relatifnya terhadap kabupaten terutama Wakatobi, serta akan masuk dalam jejaring kabupaten/kota kreatif yang akan mendapat fasilitasi program untuk penguatan subsektor unggulan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Wakatobi, Nadar menyampaikan ucapan apresiasi terhadap seluruh stakeholders agar tercapai cita-cita Wakatobi menjadi kabupaten/kota kreatif Indonesia yang ditetapkan Kemenparekraf.

"Bagi kami uji petik ini merupakan mimpi yang menjadi nyata. Walaupun proses untuk mengikuti. Faktor penguatan Wakatobi ada 2 yaitu ekosistem ekonomi kreatif dan modal kultural. Dalam arti kehidupan masyarakat yang ditempa dengan alam sehingga progresnya sangat luar biasa," ungkap Nadar.

Salah satu anggota UMKM Kriya Menturu Craft, Jaka mengaku merasa bersyukur atas kunjungan tersebut.

Tentunya, kata dia, dapat mengembangkan produk dari berbagai sektor melalui pembinaan-pembinaan maupun bantuan permodalan.

Baca Juga: Berkat Perkara Rocky Gerung, Pigai Ungkap Kasus Agraria Urutan Pertama di Indonesia

Baca Juga: Tiga Korban Hilang di Sungai Konaweha Ditemukan Meninggal Dunia

“Kami sangat senang dan berterimakasih serta menjadi kebanggaan tersendiri bagi kelompok kami. Artinya kami diperhatikan serta didukung oleh pemerintah, dengan kedatangan mereka juga kami sebagai pelaku UMKM dan juga pemerintah bisa mengetahui kekurangan dan juga potensi yang dimiliki oleh para pengrajin di Wakatobi, sehingga kedepannya kami dapat mengembangkan produk kerajinan yang kami buat menjadi lebih berkualitas dan mampu bersaing,” ungkap Jaka selaku owner Menturu Craft

Untuk diketahui, Wakatobi memiliki 5 subsektor unggulan dari hasil pemetaan uji petik PMK31 yaitu subsektor kuliner, kriya, seni pertunjukan, musik, film, video, dan animasi.

Untuk Hasil penilaian Kabupaten Wakatobi akan dilaksanakan penandatangan berita acara pada hari Senin (20/9/21) di Ruang Rapat Kantor Bupati Wakatobi. (A)

Reporter: Boy Candra Ferniawan

Editor: Fitrah Nugraha

Artikel Terkait
Baca Juga