adplus-dvertising

Pj Bupati Kolaka Utara Pastikan Pembenahan Bendungan Ranteangin Tahun Ini

Muh. Risal H, telisik indonesia
Selasa, 27 September 2022
576 dilihat
Pj Bupati Kolaka Utara Pastikan Pembenahan Bendungan Ranteangin Tahun Ini
Penjabat Bupati Kolaka Utara, Parinringi, SE. M.Si berdialog dengan Wakil Ketua I DPRD, Hj. Ulfa Haeruddin, ST bersama Ketua Komisi III, Abu Muslim, SH dan Sekertaris Komisi I Martani Mustafa, SP ketika mengunjungi Bendungan Ranteangin. Foto: Muh.Risal H/Telisik

" Kunjungannya Pj Bupati Kolaka Utara kali ini juga untuk melihat langsung kondisi Bendungan Ranteangin yang tidak lagi representatif mengairi persawahan masyarakat "

KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Setelah mengunjungi beberapa kegiatan pembenahan infrastruktur yang telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Buton Utara, Penjabat (Pj) Bupati, Parinringi, SE. M.Si meninjau Bendungan Ranteangin yang terletak di Kecamatan Ranteangin, Kolaka Utara (Kolut).

Parinringi mengungkapkan, selain menindaklanjuti rekomendasi salah satu fraksi di DPRD, kunjungannya kali ini juga untuk melihat langsung kondisi Bendungan Ranteangin yang tidak lagi representatif mengairi persawahan masyarakat.

"Pengairan atau irigasi sawah ini sangat penting untuk meningkatkan produksi sektor pertanian khususnya produksi padi di wilayah Kecamatan Ranteangin," katanya, Senin (26/9/2022)


Olehnya itu, lanjut Pj bupati, setelah kunjungan ini, pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kolaka Utara akan melakukan intervensi dengan membuat saluran irigasi sehingga air dapat mengalir maksimal dan dapat mengairi semua persawahan yang ada di wilayah tersebut.

"InsyaAllah tahun ini melalui anggaran perubahan APBD akan kita intervensi walaupun mungkin volumenya tidak terlalu besar, tapi minimal sudah dapat memenuhi harapan masyarakat," terangnya.

Sementara itu, perubahan regulasi terkait kewenangan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten serta besarnya anggaran yang dibutuhkan, menjadikan upaya pembenahan bendungan yang rusak diterjang banjir bandang beberapa tahun lalu berada di pemerintah pusat.  

Baca Juga: Penyerahan Dokumen RAPBD Selalu Telat, Bupati Diminta Evaluasi Birokrasinya

"Kita akan berjuang bersama untuk mendapatkan alokasi anggaran melalui APBN mengingat alokasi anggaran untuk pembangunan bendungan sebesar itu membutuhkan biaya yang sangat besar dan menjadi kewenangan pemerintah pusat," jelasnya.

Untuk itu, sambung Kadis DPMPTSP Sulawesi Tenggara itu, dibutuhkan upaya-upaya bersama baik eksekutif maupun legilatif untuk berkonsultasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat.

Selanjutnya, langkah awal yang dilakukan pemkab, yakni membuat irigasi sehingga area persawahan produktif seluas kurang lebih 200 sampai 300 hektare bisa teraliri secara maksimal.

"Ini upaya tersiernya saja," tukasnya.

Pada kesempatan itu juga, ketua percepatan investasi di Sulawesi Tenggara ini berkomunikasi langsung dengan pemerintah desa, lurah dan pemerintah kecamatan guna menyerap aspirasi.

Penjabat Bupati Kolaka Utara bersama rombongan saat meninjau lokasi Bendungan Ranteangin. Foto: Muh. Risal H/Telisik

 

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kolaka Utara, Mukramin, SE. MM menuturkan, tahun ini sesuai arahan Pj Bupati Kolaka Utara, pihaknya akan mengintervensi menggunakan dana APBD perubahan.

"Berdasarkan arahan, kami akan melakukan tersiernya saja atau pembuatan saluran irigasi sederhana untuk mengairi persawahan masyarakat yang ada di Kecamatan Ranteangin," imbuhnya.

Sementara pembangunan bendungan, tambahnya, itu kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari, bukan kewenangan kabupaten.

"Alokasi anggarannya sekitar Rp 200 juta, itu khusus irigasi," bebernya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhammad Syair, S.Sos saat menyampaikan pandangan fraksinya beberapa pekan lalu meminta pemerintah daerah melakukan rehabilitasi bendungan Ranteangin.

Baca Juga: Berkunjung ke Pantai Kamali Baubau, Jokowi Diserbu Ribuan Warga

Menurutnya, rehabilitasi bendungan tersebut penting dikarenakan minimnya pasokan air yang mengairi sawah masyarakat, menjadi pemicu menurunnya produktivitas petani padi sawah di wilayah tersebut.

"Sekedar gambaran, para petani kita di wilayah selatan mengalami penurunan produksi padi yang drastis akibat minimnya pasokan air masuk dan mengairi persawahan para petani," terangnya.

Diketahui, turut serta dalam kunjungan Pj bupati di lokasi bendungan, Wakil Ketua I DPRD Kolaka Utara, Hj. Ulfa Haeruddin, ST (PKB) Martani Mustafa, SP (PKB) Drs. Nasir Banna (PDIP), Abu Muslim, SH (Golkar), Drs. Sabrie Bin Mustamin (Demokrat), Akhiruddin, SE (PPP), Asisten I Mukhlis Bachtiar, Kadis PUPR Mukramin, Kadis Kominfo Rahman dan Kepala Bappeda Kolaka Utara. (A-info)

Penulis: Muh Risal H

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga