adplus-dvertising

Potret Perusuh di Amerika Serikat Bertato 'Peta Indonesia'

Muhammad Israjab, telisik indonesia
Senin, 01 Juni 2020
2904 dilihat
Potret Perusuh di Amerika Serikat Bertato 'Peta Indonesia'
Foto yang memperlihatkan pria bertato peta Indonesia melakukan kerusuhan. Foto: Ist.

" Dari informasi yang dihimpun, yang bersangkutan warga negara AS. "

PHILADELPHIA, TELISIK.ID – Foto seorang perusuh di Amerika Serikat viral di media sosial, karena memiliki tato peta Indonesia di lengannya. Dia tertangkap kamera beraksi di Philadelphia.

Perusuh itu terlihat memiliki tato peta Indonesia. Potret perusuh itu viral di media sosial. Dari foto yang viral tersebut, seorang pria yang memakai oblong berwarna krem, celana pendek, serta bertopi putih terlihat hendak melemparkan sesuatu.

Foto yang menunjukkan tato peta Indonesia juga dilingkari di beberapa postingan netizen.


Belakangan, lokasi foto tersebut diketahui berada di Kota Philadelphia.

Diberitakan detikcom, pria itu juga membuat pengakuan soal aksinya itu di akun media sosialnya. Dalam pernyataannya, dia mengatakan lahir di Jawa, namun bukan WNI.

Baca juga: KPU Diminta Terapkan Protokol Next Normal untuk Pilkada 2020

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan konfirmasi bahwa, demonstran tersebut bukanlah warga negara Indonesia (WNI). Dari informasi yang dihimpun, yang bersangkutan adalah warga negara AS.

"Dari informasi yang dihimpun, yang bersangkutan warga negara AS," ujar Plt Jubir Kemlu Teuku Faizasyah, Senin (1/6/2020).

Protes disertai kerusuhan terjadi sejak Jumat malam, 29 Mei 2020, di beberapa kota di Amerika Serikat.

Ketika para demonstran melampiaskan kemarahan mereka atas pembunuhan terhadap George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal di Minneapolis Minggu ini setelah seorang polisi kulit putih berlutut di lehernya.

Baca juga: Sentil PDIP, Demokrat: Kalian Dulu Demo Berjilid-jilid Tak Ada Dipidana

Dari Minneapolis ke New York City, Atlanta dan Washington, pengunjuk rasa bentrok dengan polisi dalam gelombang kemarahan atas perlakuan terhadap minoritas oleh penegak hukum, sebagaimana dilaporkan Reuters, Sabtu (30/5/2020).

Demonstrasi pecah untuk malam ke empat meskipun jaksa mengumumkan pada hari Jumat bahwa polisi yang difilmkan berlutut di leher Floyd, Derek Chauvin, telah ditangkap atas tuduhan pembunuhan tingkat tiga.

Tiga petugas lainnya telah dipecat dan sedang diselidiki sehubungan dengan insiden hari Senin, yang memicu kemarahan yang telah lama membara di Minneapolis dan kota-kota di seluruh negeri karena bias rasial yang terus-menerus dalam sistem peradilan pidana AS.

Reporter: Muhammad Israjab

Editor: Sumarlin

Artikel Terkait
Baca Juga