Profil Dr Ir Hariyati, ST MT: Mengabdi dengan Prinsip Bermanfaat untuk Banyak Orang
Erni Yanti, telisik indonesia
Rabu, 07 Januari 2026
0 dilihat
Dr Ir Hariyati ST MT saat tampil sebagai narasumber di salah satu kegiatan. Foto: Ist
" Cerita perjalanan sosok perempuan bernama Dr. Ir. Hariyati, ST, MT, bukanlah garis lurus yang bisa ditebak arahnya "

KENDARI, TELISIK.ID - Cerita perjalanan sosok perempuan bernama Dr. Ir. Hariyati, ST, MT, bukanlah garis lurus yang bisa ditebak arahnya.
Namun, di tengah berbagai persimpangan, ia selalu berjalan dengan satu kompas yang sama, bekerja harus memberi manfaat, dijalani dengan disiplin, tanpa mengeluh, dan dengan keyakinan bahwa diri mampu berkembang.
Prinsip itu telah ia pegang sejak awal pengabdiannya sebagai CPNS Pemerintah Kota Kendari pada 2002. Saat itu, Hariyati diterima melalui formasi D1 Komputer, satu-satunya formasi komputer yang tersedia, dengan status golongan II A.
Bagi sebagian orang, posisi tersebut mungkin dianggap awal yang biasa. Namun bagi Hariyati, itu adalah pintu pengabdian yang harus dijalani dengan kesungguhan.
“Kalau saya bekerja, saya harus bermanfaat bagi orang banyak. Saya tidak mau mengeluh dan tidak mau menampakkan bahwa saya tidak mampu,” ujarnya.
Dari Keyakinan Lahir Etos Kerja
Sejak masa CPNS, Hariyati dikenal disiplin dan tekun. Ia bekerja sesuai arahan pembinaan, tidak banyak bicara, dan tetap menyelesaikan tugas meski dalam kondisi lelah. Baginya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bergerak.
Ia meyakini satu hal sederhana, percaya diri adalah pintu belajar. Walaupun belum sepenuhnya mampu, ia memilih mengatakan pada dirinya bahwa bisa, lalu belajar di sepanjang jalan.
Baca Juga: Sosok Selebgram Safa Marwah, Disebut Punya Kedekatan dengan Ridwan Kamil
Selepas menyelesaikan D1 Komputer, Hariyati melanjutkan pendidikan S1 Teknik Mesin, dengan latar belakang sebelumnya di bidang Teknik Kimia.
Pada 2005, ia lulus dan langsung melakukan penyesuaian ijazah yang membawanya naik ke golongan III A dalam waktu singkat dan langsung mendapatkan amanah dilantik sebagai pegawai Eselon IV.
Dalam perjalanan kariernya, Hariyati dikenal sebagai pribadi yang tidak menolak kesempatan.
“Kalau ada peluang, jangan dibuang. Walaupun belum tentu bisa, ambil dulu,” katanya.
Prinsip itu membawanya menduduki berbagai jabatan awal pada tahun 2005, sebagai Kasi Administrasi Umum dan Pembangunan di Kelurahan Alolama , Kota Kendari, dan dalam setahun langsung naik Pangkat ke Golongan III B.
Namun, di tengah kenyamanan jabatan struktural, ia membuat keputusan besar melepaskan jabatan demi melanjutkan pendidikan S2. Keputusan tersebut mengundang banyak pertanyaan. Namun, bagi Hariyati, langkah itu adalah strategi hidup.
“Saya mundur selangkah, supaya bisa maju lebih jauh,” ujarnya.
Perjuangan melanjutkan studi S2 bukan perkara mudah. Hariyati mengikuti tes hingga empat kali. Formulir pendaftaran terakhir ia temukan secara tak terduga.
Sebuah peristiwa kecil yang kembali menegaskan keyakinannya bahwa hidup penuh misteri, namun selalu menyediakan jalan bagi mereka yang berniat baik.
Usahanya berbuah hasil saat ia dinyatakan lolos Beasiswa Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan menempuh pendidikan Magister Teknik Perencanaan Transportasi di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Beasiswa penuh itu mengharuskannya menyelesaikan studi dalam waktu 18 bulan.
Dengan disiplin dan fokus tinggi, Hariyati berhasil menyelesaikan studi lebih cepat dari batas waktu. Langkah ini memperluas ruang pengabdian baginya.
Pada 2010, Hariyati ditempatkan di Dinas Perhubungan Kota Kendari sebagai Kasi Pembangunan Sarana Prasarana Transportasi. Empat tahun kemudian, ia merasa pengabdiannya perlu menjangkau wilayah yang lebih luas.
Tahun 2014, ia pindah ke Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara. Dari staf, Hariyati kemudian dipercaya menduduki berbagai posisi strategis sebagai kepala seksi di sejumlah bidang, hingga akhirnya dilantik sebagai Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Provinsi Sultra pada Februari 2022 sampai sekarang.
Selama perjalanan terbuka peluang melanjutkan pendidikan doktoral di UHO, diambilnya dan menyelesaikannya dengan baik tahun 2025 dengan penilaian Cumlaude.
Hariyati saat ini dikenal sebagai doktor di bidang transportasi. Ia kemudian melanjutkan profesi insinyur untuk melengkapi pengabdiannya kepada masyarakat yang harus mempunyai kompetensi sesuai bidangnya.
Sejak 2019, Hariyati aktif menggerakkan penyuluhan keselamatan lalu lintas di Sultra setelah Dishub Provinsi Sultra menyelenggarakan Diklat Penyuluh Keselamatan dan Bimtek dari Erlina, founder Salud Kemenhub RI. Begitu juga ketika kegiatan tersebut belum memiliki dukungan anggaran.
Bersama sejumlah staf, Hariyati turun langsung ke TK dan PAUD, membangun budaya keselamatan dan kesadaran berlalu lintas sejak usia dini.
Dari langkah kecil tersebut, lahir gerakan yang lebih besar, hingga saat ini Hariyati dikenal sebagai Ketua Penggerak Salud (Sadar Lalu Lintas Sejak Usia Dini) Sulawesi Tenggara.
“Kalau niat kita baik, insya Allah jalannya akan dibukakan dan selalu dimudahkan,” ujarnya.
Perjalanan hidup Hariyati kembali bergerak ke ranah lain saat ia mendampingi anaknya mengikuti seleksi sekolah kedinasan.
Dari pengalaman itu, ia melihat masih minimnya akses informasi dan pendampingan bagi generasi muda di daerah terkait sekolah kedinasan.
Baca Juga: Rektor UMW Kendari Prof. Dr. Ratna Umi Nurlila: Mengabdi karena Ilmu dan Memimpin dengan Keikhlasan
Ia kemudian membuka BTW Edutech Cabang Kendari, yang kini ia pimpin sebagai kepala cabang.
Melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran dan sistem digital yang telah terbukti, tahun 2025 meluluskan 7 orang putra putri terbaik Sultra.
Hariyati terus berupaya membantu anak-anak daerah memiliki peluang yang sama untuk meraih masa depan yang cerah dan cemerlang dengan sistem pendampingan, mulai pendaftaran sampai selesai tahapan tes.
Ia juga berupaya mengedepankan mental yang sehat untuk bisa bersaing, jadi bukan hanya cerdas tapi mental siswa harus sehat untuk bisa mendukung kesuksesannya kelak.
Prins Hariyati tetap berpijak pada satu nilai yang sama sejak awal, minimal bisa menjadi role model dan teladan bagi anak-anaknya dan siswa-siswa didikannya.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain,” katanya.
Prinsip tersebut menjadikannya bukan sekadar pejabat publik, tetapi juga penggerak perubahan, seseorang yang memilih terus melangkah, tanpa mengeluh, sambil memastikan setiap langkah membawa arti bagi orang lain. (C)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS