Riwayat Wanita Tukang Zina Bani Israil, Lahir 7 Nabi dari Rahimnya hingga Mendapat Hidayah
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 08 Maret 2026
0 dilihat
Ilustrasi perempuan Bani Israil yang bertobat, mencatat perjalanan hidup hingga keturunannya melahirkan tujuh nabi. Foto: Repro iStockphoto
" Kisah mengenai seorang perempuan dari Bani Israil yang berubah jalan hidupnya setelah sebuah peristiwa spiritual telah lama beredar dalam berbagai literatur keislaman klasik "

JAKARTA, TELISIK.ID - Kisah mengenai seorang perempuan dari Bani Israil yang berubah jalan hidupnya setelah sebuah peristiwa spiritual telah lama beredar dalam berbagai literatur keislaman klasik.
Riwayat tersebut menceritakan perjalanan seorang wanita yang sebelumnya dikenal sebagai pelacur, kemudian bertobat, hingga dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa dari keturunannya lahir tujuh nabi dari kalangan Bani Israil.
Cerita ini disebutkan dalam kitab At-Tawwabin yang ditulis oleh Ibnu Qudamah, seorang ulama yang dikenal sebagai ahli fikih dan tokoh zuhud. Kisah tersebut juga dinukil kembali dalam buku Nisa'ul Auliya’: Kisah Wanita-wanita Kekasih Allah, yang memuat sejumlah cerita mengenai perempuan yang mengalami perubahan hidup setelah memperoleh hidayah.
Dalam riwayat itu disebutkan bahwa perempuan tersebut memiliki paras yang sangat cantik. Kecantikannya digunakan untuk menarik perhatian laki-laki yang lewat di depan rumahnya.
Ia biasa duduk di atas ranjang yang menghadap ke pintu rumah yang sengaja dibiarkan terbuka, sehingga setiap orang yang melintas dapat melihatnya.
Perempuan itu kemudian menetapkan syarat bagi siapa saja yang ingin mendekatinya. Setiap laki-laki yang ingin bersenang-senang dengannya harus membayar seratus dinar. Cara itu membuat banyak orang tergoda untuk datang karena daya tarik kecantikannya.
Melansir dari Detik, Minggu (8/3/2026), seorang pemuda yang dikenal sebagai ahli ibadah melewati rumah tersebut. Ia sempat berusaha menahan diri dan berdoa agar dijauhkan dari godaan.
Namun dorongan hawa nafsu tidak segera hilang sehingga ia akhirnya memutuskan untuk mengumpulkan uang agar dapat memenuhi syarat yang diminta perempuan tersebut.
Setelah berhasil mengumpulkan seratus dinar, pemuda itu mendatangi rumah perempuan tersebut dan menyerahkan uangnya kepada perantara. Perempuan itu kemudian menyiapkan waktu untuk menerima tamunya.
Ketika waktu yang ditentukan tiba, pemuda itu datang dan mendapati perempuan tersebut telah berdandan serta duduk di atas ranjang yang disebut berlapis emas.
"Sesungguhnya engkau telah memikatku sehingga aku bekerja keras untuk mendapatkan 100 dinar agar bisa mendapatkanmu," ucap pemuda tersebut ketika pertama kali berbicara kepada perempuan itu.
Baca Juga: Mualaf Lokal: Sering Diskusi dengan Teman, I Made Arya Akhirnya Putuskan Peluk Islam
Perempuan tersebut menyambutnya dengan senyuman dan mempersilakan ia mendekat. Namun ketika pemuda itu hendak menyentuhnya, tiba-tiba ia diliputi rasa takut yang mendalam. Dalam hatinya ia teringat akan pertanggungjawaban di hadapan Tuhan.
Perasaan itu membuat tubuhnya gemetar dan wajahnya berubah. Ia kemudian memilih mundur dan meminta untuk meninggalkan tempat itu.
"Biarkan aku keluar dari sini dan 100 dinar ini milikmu," katanya kepada perempuan tersebut.
Perempuan itu merasa heran dengan perubahan sikap pemuda tersebut. Ia lalu mencoba menanyakan alasan yang membuat tamunya tiba-tiba ingin pergi.
"Apa yang terjadi denganmu? Bukankah engkau kumpulkan uang itu untuk bisa bersenang-senang denganku? Tetapi ketika sudah tercapai apa yang engkau inginkan, engkau tinggalkan begitu saja?" tanyanya.
Pemuda itu kemudian menjelaskan alasan yang membuatnya berubah pikiran pada saat itu.
"Aku takut kepada Allah. Sungguh uang yang telah aku berikan kepadamu itu halal untukmu. Tolong izinkan aku keluar!" jawab pemuda tersebut dengan suara bergetar.
Perempuan itu kembali mencoba memastikan sikap pemuda tersebut dengan mengajukan pertanyaan lain.
"Apakah kamu tidak akan berbuat apa pun kepadaku?" tanyanya lagi.
"Tidak!" jawab pemuda itu singkat.
Jawaban itu membuat perempuan tersebut terdiam sejenak. Ia kemudian mengatakan sesuatu yang menunjukkan perubahan sikapnya terhadap pemuda tersebut.
"Kalau demikian, maka sungguh tidak ada yang pantas menjadi suamiku melainkan dirimu," ucap perempuan tersebut.
Meski demikian, pemuda itu tetap bersikeras meninggalkan rumah tersebut. Ia akhirnya pergi setelah menyebutkan namanya serta lokasi rumahnya kepada perempuan tersebut.
Peristiwa tersebut meninggalkan kesan mendalam dalam diri perempuan itu. Ia mulai merenungkan perbedaan sikap antara dirinya yang selama ini hidup dalam dosa dengan pemuda yang begitu takut kepada Tuhan.
"Ini adalah dosa yang pertama kali yang dilakukannya, dan ia sangat merasa takut. Sedangkan aku telah melakukan dosa ini selama satu tahun. Tuhan yang ditaatinya adalah Tuhanku juga. Dan seharusnya rasa takutku melebihi rasa takutnya," katanya dalam hati ketika merenungi peristiwa itu.
Sejak saat itu perempuan tersebut diliputi rasa bersalah. Ia kemudian memutuskan untuk bertobat dan berusaha mencari pemuda tersebut. Ia menutup auratnya dengan pakaian yang lebih tertutup dan mengenakan cadar ketika keluar rumah.
Setelah bertanya kepada sejumlah penduduk, ia akhirnya menemukan tempat tinggal pemuda tersebut. Namun ketika pemuda itu mengetahui bahwa perempuan yang datang adalah wanita yang pernah menggoda dirinya, ia terkejut dan menjerit keras hingga meninggal dunia.
Kejadian tersebut membuat perempuan itu semakin diliputi kesedihan. Ia kemudian bertanya kepada penduduk sekitar mengenai keluarga pemuda tersebut.
"Tidak masalah, karena aku memiliki banyak harta," ucap perempuan tersebut ketika mengetahui bahwa pemuda itu memiliki saudara laki-laki yang saleh tetapi hidup dalam kemiskinan.
Baca Juga: 5 Artis Indonesia yang Mantap jadi Mualaf Demi Pernikahan Harmonis
Akhirnya perempuan tersebut menikah dengan saudara pemuda yang telah meninggal itu. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa dari keturunan mereka kemudian lahir tujuh nabi dari kalangan Bani Israil.
Dalam beberapa catatan disebutkan pula bahwa perempuan yang dimaksud dikenal dengan nama Al Malikah. Kisah ini kemudian sering disebut dalam literatur yang membahas tentang taubat sebagai gambaran perubahan hidup seseorang setelah menyadari kesalahan yang pernah dilakukan.
Selain cerita tersebut, sejumlah riwayat lain juga mencatat kisah perempuan yang bertobat dari perbuatan zina. Salah satu di antaranya adalah kisah seorang wanita dari Juhainah pada masa Nabi Muhammad yang datang dalam keadaan hamil karena perbuatan zina dan meminta hukuman atas perbuatannya.
Setelah hukuman dijalankan, Nabi Muhammad disebut tetap menyalatkan dan mendoakan perempuan tersebut. Riwayat itu menyebutkan bahwa perempuan tersebut telah melakukan taubat yang luas, sehingga kisahnya sering disebut sebagai bagian dari catatan mengenai perubahan hidup dalam tradisi keagamaan. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS