adplus-dvertising

Saat Anies Baswedan Jadi Rektor, Giring PSI Dikeluarkan dari Universitas Paramadina

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Rabu, 29 Desember 2021
613 dilihat
Saat Anies Baswedan Jadi Rektor, Giring PSI Dikeluarkan dari Universitas Paramadina
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha atau dikenal Giring 'Nidji'. Foto: Repro Republika.co.id

" Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha, ternyata drop out (DO) atau dikeluarkan dari Universitas Paramadina, Jakarta Selatan "

JAKARTA, TELISIK.ID - Nama Giring Ganesha atau dikenal Giring 'Nidji', menjadi perbincangan publik beberapa hari terakhir ini.

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini diketahui ternyata drop out (DO) atau dikeluarkan dari Universitas Paramadina, Jakarta Selatan.

Kabar dikeluarkannya Giring itu diketahui dalam Website resmi pddikti.kemendikbud.go.id. Pada laman tersebut, tertulis status kemahasiswaan dari Giring adalah dikeluarkan. 


"Status mahasiswa saat ini: dikeluarkan," tulis keterangan dalam website tersebut, dikutip dari iNews.id, Rabu (29/12/2021).

Pada website pddikti.kemendikbud.go.id, Giring diketahui mengambil jurusan Ilmu Hubungan Internasional (HI). Ia tertulis menempuh semester awal pada 2002.

Jika dilihat dari riwayat status kuliahnya, Giring diketahui beberapa kali mengambil cuti atas masa pembelajarannya, yakni pada tahun 2005, 2006, 2007, 2009, dan 2010. Sehingga, pada tahun 2011, Giring dinyatakan drop out atau putus studi. 

Menariknya, Universitas Paramadina merupakan kampus yang pernah dipimpin Anies Baswedan sebagai rektor. Sosok Gubernur DKI Jakarta itu pernah menjadi Rektor di Universitas Paramadina pada 15 Mei 2007 sampai 6 Januari 2015. 

Melansir Liputan6.com, Giring jadi perbincangan karena melontarkan sindiran yang diduga ditujukan untuk Anies Baswedan yang saat ini masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Sindiran itu diungkapkan Giring dalam orasi politik di perayaan ulang tahun ke-7 PSI, pada 22 Desember 2021.

Giring yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PSI menyampaikan sindiran itu di hadapan Presiden Joko Widodo, yang ikut menghadiri acara tersebut.

Baca Juga: Cegah Transmisi Lokal Omicron, Masyarakat Diimbau Hindari Keramaian Pergantian Tahun

"Kemajuan kita akan terancam, jika kelak orang yang akan menggantikan Pak Jokowi adalah sosok yang punya rekam jejak menggunakan isu SARA," kata Giring berapi-api.

"Dan menghalalkan segala cara untuk menang dalam pilkada. Indonesia akan suram jika yang terpilih kelak adalah seorang pembohong dan pernah dipecat oleh Pak Jokowi karena tidak becus bekerja," lanjut Giring.

Baca Juga: DPR Sarankan Penghapusan BBM Premium Dikuti Penurunan Harga Pertalite

Sebagaimana diketahui, PSI adalah partai yang menyuarakan hak interpelasi Formula-E di DPRD Jakarta. Hak interpelasi adalah hak meminta keterangan kepada pemerintah oleh parlemen mengenai kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Bersama PSI, ada juga PDI Perjuangan yang menyuarakan hak tersebut kepada Pemprov DKI Jakarta.  (C)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali 

Artikel Terkait
Baca Juga