Siapkan Dana Rp 8 Miliar, Listrik 24 Jam di Kepulauan Buton Selatan Rampung 2027

Ali Iskandar Majid, telisik indonesia
Senin, 31 Agustus 2026
0 dilihat
Siapkan Dana Rp 8 Miliar, Listrik 24 Jam di Kepulauan Buton Selatan Rampung 2027
Anggota DPRD Buton Selatan, La Suhadi saat diwawancarai terkait pemenuhan listrik 24 jam. Foto: Ali Iskandar Majid/Telisik

" Pemerintah Daerah (Pemda) bersama DPRD Buton Selatan menargetkan kebutuhan listrik 24 jam untuk wilayah kepulauan rampung pada tahun 2027 "

BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Pemerintah Daerah (Pemda) bersama  DPRD Buton Selatan menargetkan kebutuhan listrik 24 jam untuk wilayah kepulauan rampung pada tahun 2027. Anggaran sebesar Rp 8 miliar digelontorkan untuk akselerasi proyek tersebut yang dialirkan seluruhnya pada penambahan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Kesepakatan tersebut ditetapkan dalam pembahasan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Anggaran sebesar Rp 8 miliar diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan daya listrik pada wilayah tiga kecamatan kepulauan di Buton Selatan, yakni Kecamatan Siompu, Siompu Barat, dan Kadatua.

Anggota DPRD Buton Selatan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), La Suhadi mengatakan, akselerasi listrik 24 jam untuk tiga kecamatan kepulauan belum teralokasi sama sekali. Namun, melewati tahap komunikasi yang intensif, anggaran sebesar Rp 8 miliar disepakati untuk diproyeksikan seluruhnya pada penambahan unit mesin diesel pada tiap PLTD di wilayah setempat.

"Sebelumnya anggaran penanganan listrik di wilayah kepulauan belum teralokasi, setelah kami meyakinkan pemda mengenai urgensi masalah ini, akhirnya disepakati anggaran Rp 8 miliar lebih untuk penambahan mesin," ujarnya, Senin (31/8/2026).

"Target kita di tahun 2027 wilayah kepulauan sudah terang benderang," tambahnya.

Baca Juga: Ustaz Pudo Kabag Kesra Setda Kolaka Tembus Terbaik II Khutbah Jumat MTQ KORPRI Nasional

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Buton Selatan, Hasmin Joko, membenarkan anggaran tersebut telah ditetapkan dalam dokumen APBD Perubahan 2026. Kata Hasmin, langkah ini merupakan bentuk keseriusan Pemda Buton Selatan maupun DPRD dalam menuntaskan krisis listrik yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat di wilayah kepulauan.

"Ini merupakan bentuk sinergi nyata antara eksekutif dan legislatif dalam menuntaskan krisis listrik yang selama ini dihadapi masyarakat kepulauan," tuturnya.

Baca Juga: Kaledupa Wakatobi Masuk Zona Hitam Narkoba, Label "Kampung Narkoba" Tuai Sorotan

Selama mekar menjadi daerah otonom, Kabupaten Buton Selatan banyak dihadapkan dengan berbagai masalah yang krusial yang dibutuhkan masyarakat. Salah satunya kebutuhan pasokan listrik 24 jam bagi masyarakat di kecamatan kepulauan yang belum sepenuhnya tuntas.

Diharapkan dikucurkannya alokasi anggaran sebanyak itu, Pemda Buton Selatan dapat memulai proses pengadaan dan instalasi mesin PLTD sesuai jadwal. Dengan menargetkan operasional listrik 24 jam nonstop di Kecamatan Siompu, Siompu Barat, dan Kadatua serta Batu Atas dapat berjalan penuh pada awal 2027.

Keterbatasan pasokan listrik menjadi salah satu kendala utama aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan di wilayah kepulauan Buton Selatan. (B)

Penulis: Ali Iskandar Majid

Editor: Kardin

Baca Juga