KPR Silika Perkuat Infrastruktur untuk Akses Mobilitas dan Air Bersih Bombana di Awal 2026
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Jumat, 10 April 2026
0 dilihat
Tim PT Kasmar Poleang Raya (KPR Silika) bersama warga berfoto usai penyerahan bantuan instalasi air bersih dalam program CSR di wilayah pesisir Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Bantuan meliputi toren, pipa, dan perlengkapan pendukung untuk meningkatkan akses air bersih masyarakat. Foto: Ist.
" Akses air bersih dan infrastruktur dasar di wilayah pesisir Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, mulai menunjukkan perbaikan pada awal 2026 "

BOMBANA, TELISIK.ID - Akses air bersih dan infrastruktur dasar di wilayah pesisir Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, mulai menunjukkan perbaikan pada awal 2026.
PT Kasmar Poleang Raya (KPR Silika) merealisasikan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di triwulan pertama dengan fokus pada kebutuhan mendesak warga desa.
Salah satu program utama adalah pembangunan dan perbaikan duiker (deker) di Dusun Miccimpolong, Desa Waemputang, yang dikerjakan pada 26 Januari hingga 2 Februari 2026.
Infrastruktur berupa jembatan pelat beton bertulang ini sebelumnya rusak parah dan kerap menghambat mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Viral Link Video Syakirah 7 Menit Terbagi 16 Part, Begini Penjelasannya
Superintendent External Relations KPR Silika, Ishak Salu Pasamba, mengatakan perbaikan duiker menjadi prioritas perusahaan dalam mendukung konektivitas desa.
“Perbaikan duiker di Desa Waemputang merupakan bentuk respons kami terhadap kebutuhan mendesak masyarakat. Infrastruktur yang layak akan berdampak langsung pada kelancaran mobilitas, serta aktivitas ekonomi dan sosial warga,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima telisik.id, Jumat (10/4/2026).
Selain itu, perusahaan juga merealisasikan bantuan instalasi air bersih di Dusun Akacipong, Desa Akacipong, dan Dusun Boasing, Desa La Ea. Program ini mencakup pemasangan pipa saluran air, toren penampung, pompa air, hingga sambungan langsung ke rumah warga.
Selama ini, keterbatasan akses air bersih menjadi persoalan utama. Warga bahkan bergantung pada air hujan, air galon, hingga air laut untuk kebutuhan sehari-hari, yang berisiko terhadap kesehatan.
“Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses air bersih yang layak dan berkelanjutan. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat,” tambah Ishak dalam wawancara, Kamis (10/4/2026).
Pelaksanaan program dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat, mulai dari tahap survei hingga pengerjaan dan monitoring.
Kepala Desa Waemputang, Abdurahman, mengapresiasi pendekatan tersebut.
“Kami melihat perusahaan tidak hanya datang membawa program, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam setiap tahap. Ini membuat hasilnya tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Akacipong, Arifin. Ia menilai program air bersih menjadi solusi nyata atas persoalan kekeringan yang kerap terjadi.
“Selama ini, terutama saat musim kemarau, kami sangat bergantung pada distribusi air dari pemerintah kabupaten. Dengan adanya program ini, kami sangat bersyukur dan mendukung penuh,” ujarnya.
Dampak program mulai dirasakan warga. Rusman, warga Desa La Ea, mengaku kini tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih.
Baca Juga: Pertalite Tembus Rp 25 Ribu di Wangi-Wangi Wakatobi, Warga Sorot Lemahnya Penindakan
“Dulu air bersih selalu menjadi kendala dan kini sudah teratasi. Kami sangat bersyukur, semoga ke depan terus memberi manfaat, khususnya bagi kami petani rumput laut,” tuturnya.
Sementara itu, Yusril, warga Desa Waemputang, menilai kehadiran perusahaan turut mendorong perbaikan infrastruktur di wilayah Poleang Selatan.
“Sekarang akses sudah bisa dilalui dengan baik. Ke depan, kami berharap perbaikan jalan di desa sekitar juga menjadi prioritas,” katanya.
Program PPM ini menjadi langkah awal perbaikan kualitas hidup masyarakat pesisir Bombana, sekaligus membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi warga secara berkelanjutan. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS