Sosok Said Ikbal Serang Jokowi 10 Tahun Tak Pernah Naikan Upah Buruh, Dipercaya jadi Penasehat Khusus Prabowo
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 10 Juni 2026
0 dilihat
Said Iqbal kritik kebijakan upah era Jokowi, kini dipercaya Prabowo sebagai penasihat khusus buruh. Foto: Repro CNN Indonesia
" Said Iqbal menyoroti kebijakan upah era Jokowi selama satu dekade, lalu kini dipercaya menjadi penasihat khusus Presiden Prabowo Subianto "

JAKARTA, TELISIK.ID - Said Iqbal menyoroti kebijakan upah era Jokowi selama satu dekade, lalu kini dipercaya menjadi penasihat khusus Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyoroti kebijakan upah buruh pada 10 tahun pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang dinilainya tidak mengalami kenaikan signifikan.
Said menyampaikan pandangannya dalam wawancara dengan CNN Indonesia. Ia menilai selama satu dekade pemerintahan sebelumnya, upah buruh tidak mengalami peningkatan yang berarti.
“Jadi kami berkeyakinan, kalau negeri ini dipimpin Prabowo Subianto, maka beberapa perjuangan kaum buruh bisa direalisasikan. Dan dalam kenyataannya begitukan?” ujar Said, dikutip Rabu (10/6/2026).
“Ada misal 10 tahun sebelum masa pemerintahan Prabowo, enggak pernah naik upah, nol,” imbuhnya.
Baca Juga: Sosok dan Sepak Terjang Silmy Karim, Wamen Imipas Diburu KPK dalam OTT Izin Tinggal WNA
Said juga menyoroti kebijakan pemerintah sebelumnya yang menurutnya lebih banyak dipengaruhi oleh faktor inflasi dalam penyesuaian upah. Ia menilai kondisi tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan buruh.
“Pemerintahan yang sebelum-sebelumnya kenaikan upahnya hanya inflasi. Akhirnya Pak Prabowo memiliki pandangan yang sama dengan serikat buruh,” katanya.
Menurutnya, kebijakan upah memiliki dampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan perputaran ekonomi nasional. Ia menyebut konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Dan 54 persen lebih pertumbuhan ekonomi Indonesia disumbang oleh konsumsi. Negara-negara berkembang juga di situ. Oleh karena itu, menjaga daya beli penting,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Said juga menegaskan bahwa hubungan antara gerakan buruh dan pemerintah tidak selalu bersifat berseberangan. Ia menyebut keterlibatan dalam proses kebijakan merupakan bagian dari perjuangan organisasi buruh.
Baca Juga: Sosok Indri Wahyuni, Juri Viral LCC Empat Pilar MPR RI Salahkan Artikulasi Peserta Berujung Dinonaktifkan
Said menilai kekuasaan dapat menjadi ruang untuk memperjuangkan kepentingan pekerja di dalam sistem kebijakan ketenagakerjaan nasional.
“Jadi kekuasaan bukan sesuatu yang tabu. Dia menjadi bagian penting dalam proses keluar,” katanya.
Sebelumnya, Said Iqbal resmi ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Ia dilantik di Istana Negara bersama sejumlah pejabat lainnya. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS