adplus-dvertising

Suami Sakit, Ibu Ini Keliling Jual Balon dengan Jalan Kaki Demi Hidupi Keluarga

Muh. Sabil, telisik indonesia
Minggu, 04 April 2021
3453 dilihat
Suami Sakit, Ibu Ini Keliling Jual Balon dengan Jalan Kaki Demi Hidupi Keluarga
Ibu Baeda, seorang penjual balon keliling demi mencari nafkah. Foto: Muh. Sabil/Telisik

" Ada ji suami, tapi apa kasian sudah susah mau kerja di luar, tinggal di rumah saja paling urus kebun di dekat rumah, itu ji. "

KOLAKA, TELISIK.ID - Seorang penjual balon, Ibu Baedah (67) warga jalan Bacico, Kelurahan Kolokasi, Kabupaten Kolaka menjajakan jualannya dengan berjalan kaki, demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Sehari-hari, Ibu Baedah harus berjualan balon menyusuri jalan-jalan di wilayah Kolaka. Ia keluar rumah berjualan dari pukul 08.00 dan baru beranjak pulang saat menjelang petang.

Ibu Baedah mengaku sudah melakoni profesi sebagai penjual balon, sudah lebih dari 8 tahun lamanya.


Ia bercerita, bahwa dirinya terpaksa berjualan balon keliling karena kondisi ekonomi yang sulit, ditambah dengan sang suami yang tidak bisa lagi bekerja mencari nafkah keluarga akibat keadaan fisik yang sakit-sakitan.

"Ada ji suami, tapi apa kasian sudah susah mau kerja di luar, tinggal di rumah saja paling urus kebun di dekat rumah, itu ji," katanya, Minggu (04/04/2021).

Saat ini, Ibu Baedah tinggal bersama dengan suami dan 4 orang cucunya. Ia menjelaskan selama ini keluarganya menerima bantuan sosial berupa program keluarga harapan (PKH).

Setiap 3 bulan sekali, ia hanya menerima bantuan PKH dalam bentuk paket beras 10 liter, telur 1 rak, dan ayam potong ukuran berat 1 kg. Kendati demikian, ia merasa bantuan tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Baca Juga: Upaya Penyelesaian Konflik Partai Demokrat

Dalam sehari, ia hanya bisa menjual 1-2 balon. Balon tersebut ia beli dengan modal Rp 7.500/per balon dan dijual kembali seharga Rp 15.000. Namun terkadang pula dalam sehari tak ada satu pun yang terjual.

"Ini mi hasil saya jual balon kadang 1 atau 2 saja laku, uangnya untuk beli beras kasian, tapi biasa tidak ada yang laku juga biar satu," tambahnya.

Sebelumnya, ia dan suami tinggal di Makassar, Sulawesi Selatan, kemudian merantau di kabupaten Kolaka.

Ibu Baeda memiliki 4 orang anak kandung, tetapi kata Ibu Baeda, sampai hari ini tidak ada satu pun dari anak-anaknya yang menemuinya serta mau meringankan beban ekonomi dirinya dan sang suami. Padahal seluruh anaknya sudah memiliki pekerjaan masing-masing. (B)

Reporter: Muh. Sabil

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Baca Juga