KENDARI, TELISIK.ID - Jalaluddin (52), sudah puluhan tahun menjadi penjual es dawet ayu di Kota Kendari. Ia rela merantau dari tanah Jawa untuk memenuhi kehidupan keluarga.

Ia mengatakan mulai berjualan es dawet sejak 5 tahun lalu, awalnya ia berpikir harus berjualan apa dengan modal sedikit, kemudian ia terfikir untuk menjual es dawet ayu yang tidak menguras modal banyak.

Jalaluddin menyampaikan alasannya karena menurutnya, berdagang es lebih menghasilkan walaupun dengan modal sedikit dari pada yang lain.

Ia mengaku, jarang pulang ketemu keluarga di tanah Jawa karena harus bekerja setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan dan mengirimkan untuk keluarganya.

Baca Juga: Kisah Penjual Es Tong-Tong Keliling, Banting Tulang Penuhi Kebutuhan Keluarga