adplus-dvertising

2021, Tahun Harapan untuk Pulih

Hijriani, telisik indonesia
Sabtu, 02 Januari 2021
1459 dilihat
2021, Tahun Harapan untuk Pulih
Hijriani, SH, MH, Dosen Fakultas Hukum Unsultra & Praktisi Hukum. Foto: Ist.

" 2021, tahun yang lama berganti baru. Meski pada dasarnya hari yang berganti tetaplah sama seperti hari yang lainnya, akan tetapi ada harapan besar yang menyeruak. "

Oleh: Hijriani, SH, MH

Dosen Fakultas Hukum Unsultra & Praktisi Hukum

HAMPIR setahun kita berjibaku menahan diri untuk tetap tinggal di rumah, melakukan perlawanan terhadap wabah, rela kehilangan, menahan sabar, mengeratkan solidaritas, mengedepankan protokol kesehatan meski belum berjalan semestinya, namun upaya-upaya tersebut telah begitu menguras energi, emosi, bahkan pikiran kita selama berbulan-bulan lamanya.


Dan apakah ini telah berakhir, tidak. Tidak seorang pun yang akan tahu, sampai kapan kondisi ini selesai dan kembali normal. Sepanjang masih ada aturan kesehatan yang dilanggar, jika dari diri kita sendiri tidak sadar dan patuh bagaimana seharusnya berbuat untuk menjaga diri sendiri dulu, lalu orang lain dalam menekan laju peningkatan virus menjengkelkan ini.

2021, tahun yang lama berganti baru. Meski pada dasarnya hari yang berganti tetaplah sama seperti hari yang lainnya, akan tetapi ada harapan besar yang menyeruak.

Berbondong-bondong sebagian dari kita menyuarakan resolusinya sendiri, punya harapan besar terhadap masa depan, kebahagiaan, kesuksesan, kesehatan, karir, keuangan serta harapan-harapan besar lainnya.

Tetapi, adakah dari kita memiliki resolusi atau capaian perilaku sederhana dalam menghadapi situasi pandemi ini? Konsisten menggunakan masker, menjaga jarak, menempatkan sedikit empati kepada pahlawan kesehatan yang berada di garda terdepan, menjadi tameng melawan virus ini? Adakah yang berfikir demikian, sementara hal sederhana ini, mampu meredam angka penularan COVID-19.

Baca juga: Silakan Pilih, Polri Punya Banyak Stock

Spekulasi dari keberadaan virus ini bagaikan bola liar melahirkan opini yang beragam, namun fakta angka kematian, dan kondisi orang terdekat kita yang pernah menjadi penyintas COVID-19 adalah kenyataan yang tak bisa diabaikan, bahwa virus ini ada dan mengintai siapapun.

Vaksin yang digadang-gadang masuk di Indonesia dan menjadi media imunitas bagi masyarakat menjadi harapan sebagian besar masyarakat Indonesia. Anggaran dengan jumlah triliunan digelontorkan agar adanya vaksin bisa menjadi solutif selama masa pandemi.

Bukan masyarakat Indonesia namanya jika tidak ada pro dan kontra atas penggunaan vaksin ini. Munculnya persepsi miring, kekhawatiran, pesimistik, dan juga harapan positif dengan kebijakan pemerintah yang akan menggelar vaksinasi massal COVID-19, dengan mengamankan pasokan vaksin dari Sinovac, Novavax, AstraZeneca, dan BioNTech-Pfizer sebagai senjata yang teruji efentif untuk melawan mutasi COVID-19.

Tidak ada salahnya memetik harapan untuk mengakhiri kegalauan akibat pandemi ini, meski butuh proses yang tidak cepat, tergantung ketersediaan vaksin. Namun, berbesar hatilah kita masyarakat Indonesia, menanggapi dengan baik kebijakan pemerintah untuk melindungi dan menjaga masyarakatnya sebagai amanah undang-undang dan konstitusi.

Harapan besar di tahun baru 2021 ini, menjadi tahun harapan bangsa ini untuk pulih, membangun kembali semua sektor yang tampak tertatih, bertahan menghadapi hantaman pandemi. Semoga bangsa ini tetap dilindungi Tuhan Yang Maha Esa, di tahun 2021 semuanya bisa berjalan normal kembali, dan Indonesia terbebas dari pandemi. (*)

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga