BUTON TENGAH, TELISIK.ID - Akses jalan pada umumnya adalah faktor utama penunjang kemudahan dalam beraktivitas, tak terkecuali di sektor pendidikan.
Tenaga pendidik di Buton Tengah tepatnya di Desa Dahiango, membutuhkan tenaga ekstra jika hendak ke sekolah. Pasalnya, akses jalan yang akan ditempuh jauh, rusak dan berbatu. Kerusakan jalan ini sudah semakin parah dan bertambah. Sedikitnya sepanjang 9 kilometer ruas jalan tersebut yang mengalami kerusakan parah.
Tenaga pendidik di salah satu sekolah, R (42) menjelaskan, dia sudah kurang lebih 2 tahun mengajar di SD Negeri 20 Mawasangka bertugas sebagai kepala sekolah. Selama itu pula, kondisi jalannya seperti ini, ditambah lagi jalur yang ditempuh cukup jauh, kurang lebih 9 kilo meter masuk ke dalam setelah melewati jalan poros.
Baca juga: Pemda dan DPRD Konsel Tetapkan Hasil Reses
"Rata-rata guru yang mengajar di sini berasal dari kecamatan sebelah, hanya beberapa saja yang asli dari desa ini," ungkapnya, Selasa (16/3/2020).
