Tetap Waspada, 6 Hari ke Depan Cuaca Ekstrem Masih Terjadi di Sulawesi Tenggara

La Ode Muh Martoton, telisik indonesia
Senin, 06 Maret 2023
0 dilihat
Tetap Waspada, 6 Hari ke Depan Cuaca Ekstrem Masih Terjadi di Sulawesi Tenggara
Wilayah Sulawesi Tenggara diprediksi berpotensi diguyur hujan lebat disertai badai petir dan angin kencang dalam sepekan ke depan. Foto: La Ode Muh Martoton/Telisik

" Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara 6 hari ke depan berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang "

KENDARI, TELISIK.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara 6 hari ke depan berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Masyarakat diharap tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang terjadi di Sulawesi Tenggara. Pasalnya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, petir, pohon tumbang dan jalan licin masih menghantui masyarakat.

Dalam keterangan resminya, BMKG memprediksi wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya berpotensi adanya peningkatan curah hujan lebat disertai angin kencang dan badai petir.

Baca Juga: Pejabat di Muna Mulai Tak Loyal, Bupati: Tunggu Kejutan

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Kendari, Sugeng Widarko menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem dipicu oleh peningkatan aktivitas indeks labilitas sedang sampai kuat dan pola konvektif skala lokal di wilayah Sulawesi Tenggara.

Massa udara basah lapisan rendah terkonsentrasi di wilayah Sulawesi Tenggara sampai lapisan 700 mb mencapai 70-90%, serta hangatnya suhu muka laut, terutama bagian Teluk Bone, Perairan Manui Kendari dan Laut Banda, sehingga menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan cukup tinggi di wilayah Sulawesi Tenggara.

"Berdasarkan pantauan pergerakan angin atau streamlinenya terpantau pergerakan angin dari barat daya hingga barat laut memasuki Laut Banda Timur Sulawesi, Perairan Wakatobi, dan Perairan Bau bau dengan kecepatan angin > 15 knots," jelas Sugeng Widarko dalam keterangan resminya.

Berikut daftar wilayah Sulawesi Tenggara yang mengalami potensi cuaca ekstrem curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir mulai 6-11 Maret 2023:

Tanggal 6 Maret 2023 di wilayah Kabupaten Konawe Utara, Kota Kendari, Konawe, Kolaka Utara, Konawe Selatan, Buton Selatan, Kolaka Selatan dan Buton.

Tanggal 7 Maret 2023 di wilayah Kabupaten Konawe Utara, Konawe Selatan, Kota Kendari, Konawe, Konawe Kepulauan, Kolaka, Muna, Muna Barat, Buton Utara, Kolaka Utara, Bombana, Wakatobi dan Kolaka Timur.

Tanggal 8 Maret 2023 di wilayah Kabupaten Konawe Utara, Konawe, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Kendari, Konawe Kepulauan, Kolaka, Kolaka Utara, Buton Selatan, Bombana, Muna, dan Muna Barat.

Tanggal 9 Maret 2023 di wilayah Kabupaten Konawe Utara, Konawe, Kota Kendari, Konawe Selatan, Muna Barat, Muna, Kolaka Utara, Buton Utara, Konawe Kepulauan dan Kolaka.

Tanggal 10 Maret 2023 wilayah Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, Kota Kendari, Muna, Muna Barat, Buton Utara, Buton, Konawe Kepulauan, Kolaka Timur, dan Bombana.

Tanggal 11 Maret 2023 di wilayah Kabupaten Konawe Utara, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Konawe, Bombana, Kolaka, Konawe Selatan, Kota Baubau, Muna Barat, Buton, Buton Tengah, Kendari, Buton Selatan, dan Bombana.

Sebelumnya diberitakan badai angin kencang melanda wilayah Sulawesi Tenggara salah satunya di Kota Kendari pada Minggu (5/3/2023) sore.

Akibatnya beberapa fasilitas umum rusak dan pohon tumbang sehingga menimpa jaringan listrik dan membuat kota Kendari menjadi gelap gulita.

Tak hanya itu puluhan tempat usaha milik masyarakat seperti kedai di pinggiran jalan yang ada di Kota Kendari, porak poranda. Sepanjang Jalan Ir Haji Alala, terlihat kafe pinggiran By Pass rusak berat.

Salah satu pemilik kedai, Mail, mengaku melihat angin dari arah laut menuju daratan berputar di atas tenda kedainya, membuat atap kedainya berhamburan jatuh ke laut.

"Pertama kita baru mulai membuka kedai, tiba-tiba hujan rintik dan makin lama hujan makin keras. Saya lihat langit tambah hitam dan mulai muncul angin dari arah laut," ujar Mail.

Mail berusaha menahan tiang tenda kedainya, namun angin yang kencang berputar, membuatnya lari menyelamatkan diri. Sementara tenda terangkat dan jatuh ke Teluk Kendari. Akibatnya, tenda milik Mail dan kedai lainnya mengalami rusak parah.

Baca Juga: Kantor IMI Ambruk Akibat Pohon Tumbang

Otte, salah satu pemilik kedai gerobak, juga mengalami hal yang sama. Gerobaknya jatuh ke laut karena terbawa angin.  

"Baru selesai saya bentangkan terpal dan bantal duduk di lantai, tiba-tiba datang angin terputar, dia hambur semua bantal dan terpal. Saya berusaha tahan, karena saya lihat gerobak juga sudah goyang dan angin tambah kencang terputar, saya langsung lari menyelamatkan diri," bebernya.

Otte mengaku tidak percaya melihat gerobaknya sudah ada di dalam laut. Beruntung banyak orang yang datang membantu mengevakuasi gerobaknya.

Pantauan Telisik.id dilapangan, kedai di sepanjang poros Jalan Ir Haji Alala hampir seluruhnya mengalami kerusakan. (A)

Penulis: La Ode Muh Martoton

Editor: Kardin 

 

BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga