Unik: 2 Negara Ini Perang Gegara Ikan, NATO Gigit Jari Ketakutan
Merdiyanto , telisik indonesia
Minggu, 19 April 2026
0 dilihat
Inggris berperang dengan Irlandia gegara ikan kod. Perang ini buat NATO gigit jari. Foto: Repro Wikipedia
" Serangkaian konfrontasi laut antara Islandia dan Inggris yang berlangsung dari 1958 hingga 1976 "

JAKARTA, TELISIK.ID - Siapa sangka, sebuah ikan kecil bernama “cod” (ikan kod) pernah bikin dua negara anggota NATO hampir bertengkar hebat di laut Atlantik Utara.
Konflik ini dikenal sebagai Cod Wars atau Perang Ikan Kod, serangkaian konfrontasi laut antara Islandia dan Inggris yang berlangsung dari 1958 hingga 1976.
Bukan perang biasa dengan bom atau tembakan massal. Ini perang khas abad ke-20 seperti tabrakan kapal, pemotongan jaring ikan, ancaman diplomatik, dan ketegangan yang membuat markas NATO di Brussels gelisah berat.
Mengapa Bisa Meledak?
Setelah Perang Dunia II, stok ikan kod di perairan Islandia semakin habis karena kapal trawler Inggris menangkap secara masif.
Bagi Islandia, ikan kod adalah emas biru, menyumbang 80-90% ekspor negara itu. Sementara bagi Inggris, fish dan chips adalah makanan kebanggaan nasional yang pasokannya harus dijaga.
Islandia, yang baru lepas dari Denmark tahun 1944, memutuskan memperluas batas laut teritorialnya untuk melindungi laut sendiri, dilansir dari Tempo, Selasa (19/4/2026).
Kronologi Tiga Ronde Sengit
- Perang Cod Pertama (1958–1961)
Islandia tetapkan batas 12 mil laut. Inggris tolak dan kirim kapal perang Royal Navy sebagai pengawal trawler.
Coast Guard Islandia pakai taktik ramming dengan sengaja nabrak kapal Inggris untuk putuskan jaring ikan mereka. Hasilnya pada tahun 1961, Inggris akhirnya mengakui batas 12 mil setelah negosiasi panjang.
Baca Juga: Unik: Tak Ada Anak Lahir 20 Tahun, Desa Ini Kini Dihuni Ratusan Boneka
- Perang Cod Kedua (1972–1973)
Islandia naikkan jadi 50 mil laut. Konflik makin panas, ratusan kali tabrakan kapal terjadi.
Islandia ancam tutup pangkalan NATO di Keflavik yang merupakan titik strategis bagi pertahanan Barat saat Perang Dingin. Dari ancaman itu Inggris mundur dan akui batas 50 mil dengan kuota terbatas.
- Perang Cod Ketiga (1975–1976)
Islandia tetapkan batas 200 mil laut. Lebih dari 200 insiden tabrakan. Kapal destroyer Inggris turun tangan, satu kapal Coast Guard Islandia sempat ditembak tapi tak tenggelam.
Perang tersebut membuat Inggris rugi ekonomi besar karena kapal-kapalnya terus diusir. Di tahun 1976 Inggris menyerah total dan mengakui batas 200 mil milik Islandia.
Mengapa Islandia Menang Telak?
- Ekonomi Islandia 100?rgantung pada ikan, mereka lebih nekat dan gigih.
- Taktik gerilya laut yang cerdik dari kapal kecil Coast Guard.
- Ancaman tutup pangkalan NATO di Keflavik bikin Inggris dan sekutu AS ketakutan.
- Dukungan hukum internasional yang mulai mengakui Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 200 mil.
Baca Juga: Unik: Kawah Gunung Berapi di Meksiko Disulap jadi Lapangan Sepak Bola
Dampak hingga Kini
Melansir dari historia.id, Minggu (19/4/2026), Islandia sukses lindungi perairannya dan bangun industri perikanan modern yang kuat sampai sekarang.
Inggris kehilangan akses ke salah satu daerah penangkapan ikan terbaik dunia, sehingga armada trawler mereka menyusut drastis.
Yang paling menarik tidak ada korban jiwa dalam seluruh konflik. Hanya kerusakan kapal dan ketegangan diplomatik. Sampai hari ini, Perang Cod dianggap sebagai salah satu perang paling unik dan damai dalam sejarah modern.
Hubungan Islandia dan Inggris sekarang sudah sangat baik. Ironisnya, fish dan chips di London masih sering pakai ikan kod impor dari Islandia. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS