UPTD Sultra Ungkap Fenomena Speech Delay Kian Marak di Kalangan Anak Berkebutuhan khusus

Meliana Tasya, telisik indonesia
Kamis, 25 Juni 2026
0 dilihat
UPTD Sultra Ungkap Fenomena Speech Delay Kian Marak di Kalangan Anak Berkebutuhan khusus
Nurhaerani Haeba (kanan), mengungkap meningkatnya kasus speech delay di Sultra diduga dipengaruhi penggunaan gadget. Foto: Meliana Tasya/Telisik

" Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat peningkatan jumlah anak berkebutuhan khusus (ABK) yang menjalani terapi dalam beberapa waktu terakhir "

KENDARI, TELISIK.ID - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat peningkatan jumlah anak berkebutuhan khusus (ABK) yang menjalani terapi dalam beberapa waktu terakhir.

Peningkatan tersebut tidak hanya terjadi pada anak dengan autisme, tetapi juga pada berbagai gangguan perkembangan lainnya seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), hiperaktivitas, dan speech delay.

Kepala UPTD Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus Sulawesi Tenggara, Nurhaerani Haeba, S.Psi., M.Si., M.Psi., Psikolog, mengatakan speech delay atau keterlambatan bicara menjadi salah satu kasus yang paling banyak ditemukan saat ini di layanan yang dipimpinnya.

Menurut Nurhaerani, salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap meningkatnya kasus tersebut adalah penggunaan gadget yang berlebihan pada anak. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap intensitas interaksi sosial dan komunikasi yang diperlukan dalam proses tumbuh kembang anak.

Baca Juga: DPRD Sultra Kawal Tata Kelola RS Oputa Yii Koo, Percepatan Kredensial Alat Medis Jadi Prioritas

“Kalau sekarang yang semakin melonjak itu speech delay. Ini salah satu dampak negatif dari gadget, interaksi yang semakin terbatas sehingga stimulasi anak tidak intens seperti dulu,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan, perkembangan kemampuan berbahasa pada anak sangat membutuhkan stimulasi yang konsisten dari lingkungan sekitar. Interaksi dengan orang tua, anggota keluarga, maupun teman sebaya menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Di sisi lain, Nurhaerani melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat terkait pentingnya penanganan dini terhadap hambatan perkembangan anak. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya orang tua yang datang membawa anak mereka untuk menjalani terapi dan mendapatkan pendampingan di UPTD.

“Orang tua sekarang sudah mulai paham bahwa anaknya mengalami hambatan perkembangan dan membutuhkan penanganan,” katanya.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi perkembangan positif karena deteksi dan intervensi sejak dini dapat membantu meningkatkan kemampuan anak sesuai kebutuhannya. Penanganan yang dilakukan secara teratur juga memberikan peluang lebih besar terhadap perkembangan anak.

Baca Juga: Peluang Usaha Rumahan Minim Risiko dan Mudah Dijalankan

Selain memberikan layanan terapi, UPTD Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus Sultra juga menjalankan program support group bagi orang tua. Program ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai kondisi anak sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman antarorang tua yang menghadapi situasi serupa.

Nurhaerani menegaskan bahwa keterlibatan keluarga menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan terapi. Dukungan yang konsisten dari orang tua dinilai mampu membantu anak mencapai perkembangan yang lebih baik.

“Orang tua yang rajin datang terapi dan mengikuti semua anjuran biasanya menunjukkan perubahan yang sangat signifikan pada perkembangan anak,” tutupnya.

UPTD berharap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pendampingan anak berkebutuhan khusus dapat mendorong penanganan yang lebih cepat dan tepat. Dengan dukungan keluarga, tenaga profesional, serta lingkungan yang mendukung, anak-anak dengan hambatan perkembangan memiliki kesempatan untuk berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimiliki. (C-Adv)

Penulis: Meliana Tasya

Editor: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

TAG:
Baca Juga