adplus-dvertising

Vaksinasi Brucellosis Cegah Penyakit Brucella pada Sapi

Siswanto Azis, telisik indonesia
Kamis, 22 Oktober 2020
1547 dilihat
Vaksinasi Brucellosis Cegah Penyakit Brucella pada Sapi
Penyuntikan vaksinasi brucellosis pada ternak sapi. Foto: Ist.

" Pengambilan sampling darah dilakukan di beberapa kecamatan yang potensi ternak sapi, salah satunya Kecamatan Samaturu. "

KOLAKA, TELISIK.ID - Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan melakukan vaksinasi brucella terhadap sejumlah hewan ternak sapi.

Tujuan dari vaksinasi brucella ini guna mencegah penyebaran penularan penyakit brucella pada ternak lainnya.

Kepada sejumlah awak media, Kepala Bidang Peternakan drh. KasmawatI, MM mengatakan, sebelumnya timnya telah melakukan surveilans, yaitu pengambilan sampling darah sapi untuk mendeteksi adanya penyakit brucella.


“Pengambilan sampling darah dilakukan di beberapa kecamatan yang potensi ternak sapi, salah satunya Kecamatan Samaturu,” terangnya, Rabu (21/10/2020).

Lebih lanjut Kasi Perbibitan dan Produksi Abdul Razak, SE menjelaskan, vaksinasi brucellosis pada ternak sapi ini merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan kesehatan hewan ternak sebelumnya,

"Agar hewan ternak ini terbebas dari penyakit brucella atau keguguran hewan yang dapat menular pada manusia, maka dilakukan tindakan vaksinasi,” terangnya.

Baca juga: Sembilan Petak Rumah Kos di Kolaka Hangus Terbakar

Untuk Kabupaten Kolaka ditargetkan sebanyak 2.500 ekor ternak sapi betina yang akan divaksin. Selama 3 hari ini telah dilakukan vaksinasi kepada 700 ekor sapi.

Sementara itu Kepala Perkebunan dan Peternakan Kecamatan Samaturu,  Popalayah, S.Pt.,M.Sc menjelaskan, selain vaksinasi brucella, pelayanan kesehatan hewan (Keswan) ini meliputi pemberian obat cacing, pemberian vitamin, pengobatan mata ternak sapi, dan pengobatan penyakit scabies pada ternak kambing.

“Kegiatan pelayanan Keswan ini tidak dipungut biaya, ini murni bantuan Pemkab Kolaka melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka,” ungkapnya.

Popalayah menjelaskan, brucellosis pada sapi menyebabkan terjadinya abortus atau keguguran yang bersifat temporer atau permanen, kematian pedet baru lahir atau stillbirth, gangguan reproduksi, infertilitas dan sterilitas.

“Oleh karena itu penyakit brucellosis terutama pada ternak sapi harus dikendalikan," tandasnya. (C)

Reporter: Siswanto Azis

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga