adplus-dvertising

Warga Diimbau Waspadai Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru

Marwan Azis, telisik indonesia
Rabu, 02 Desember 2020
948 dilihat
Warga Diimbau Waspadai Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru
Tampak tim relawan dan aparat TNI-POLRI di salah satu lokasi pengungsian korban erupsi Gunung Semeru. Foto: Ist.

" Menindaklanjuti potensi pengungsian, BPBD dan dinas terkait lainnya menyiapkan tempat evakuasi warga. "

MALANG, TELISIK.ID – Masyarakat beberapa dusun terdekat diimbau tetap waspada terhadap erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

BPBD setempat menginformasikan hal tersebut menyusul awan panas guguran yang terjadi sejak Selasa (1/12/2020), pukul 01.23 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Raditya Jati, Rabu (2/12/2020) mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang sudah mengimbau warga di Dusun Curah Koboan, Desa Supiturang dan Dusun Rowobaung, Desa Oro-oro Ombo untuk mewaspadai aktivitas vulkanik Gunung Semeru.


Wilayah tersebut berada di Kecamatan Pronojiwo. Di samping kedua desa itu, warga di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro juga diminta hal yang sama.  

"Menindaklanjuti potensi pengungsian, BPBD dan dinas terkait lainnya menyiapkan tempat evakuasi warga," ujarnya.

Diungkapkan, tempat yang disiapkan antara lain lapangan di Dusun Kamar Kajang, berupa tenda keluarga dua unit, lapangan di Desa Supiturang, SDN 4 Supiturang, SDN Sumberwuluh, halaman di sekitar pos pantau Gunung Sawur dan pos komando di balai Desa Supiturang.

Di samping itu, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dinas Sosial Kabupaten Lumajang membantu pelayanan dapur umum, termasuk penyediaan air bersih.

Baca juga: Calon Kuat Kapolri, Ini Profil Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi

"Perkembangan terkini pada 2 Desember 2020, BPBD Kabupaten Lumajang menginformasikan warga yang sempat melakukan evakuasi telah kembali ke rumah masing-masing, sedangkan 1 orang diduga hilang dan masih dalam konfirmasi petugas di lapangan," tuturnya.

Ia menambahkan, berdasarkan catatan BPBD, sejumlah kerugian materil berupa alat deteksi di wilayah Sawur, aset penambangan warga termasuk alat berat dan kendaraan, hewan ternak, area kebun dan sawah, infrastruktur pipa dan tempat usaha warga.

Terkait dengan kondisi terakhir sekitar Gunung Semeru, pantauan pada hari ini (2/12/2020), pukul 00.00 – 06.00 WIB, gunung terlihat jelas dan asap kawah tidak teramati. Awan panas guguran teramati dengan jarak luncur 2.500 meter ke arah tenggara.

Parameter aktivitas lainnya yaitu tremor 2 kali dengan durasi berkisar 1.798 hingga 2.400 detik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1 km dan wilayah sejauh 4 km di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru (Jongring Seloko) sebagai alur luncuran awan panas.

Selain itu, warga diminta untuk mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jongring Seloko.

"BNPB terus memonitor penanganan darurat dan kondisi aktivitas vulkanik dengan berkoordinasi dengan BPBD setempat," pungkasnya. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga