21 Pekerja PT Tekonindo Diusir Warga

Hir Abrianto

Reporter Bombana

Selasa, 12 Mei 2020  /  1:14 pm

Puluhan tenaga lerja tambang saat tiba di Kabaena, postingan di akun Facebook milik Iskandar Kabaena. Foto: Hir/Telisik

BOMBANA, TELISIK. ID - 21 pekerja PT. Tekonindo, Kabaena Selatan, diusir oleh warga Kabaena, Bombana. Berdasarkan Informasi yang dihimpun Telisik.id, 21 pekerja tambang yang belakangan diketahui berasal dari Konsel, Kolaka dan Kota Kendari itu tiba di Kabaena Senin (11/5/2020) sekitar pukul 21.00 malam.

Awalnya, melalui pemeriksaan Tim Satgas di pelabuhan, mereka dibolehkan masuk Bombana karena dianggap memenuhi persyaratan sesuai protokol COVID-19. Namun ternyata mereka mendapat penolakan dari warga Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana setelah diketahui bakal melakukan karantina di tengah pemukiman warga.

Camat Kabaena, Agus Salam, membenarkan kejadian tersebut. Pasalnya, sebagai Tim Satgas tingkat kecamatan, pihaknya tidak permasalahkan jika orang dari luar daerah masuk wilayah pemerintahannya.

21 tenaga kerja tujuan PT. Tekonindo yang tepat berada di wilayah Kecamatan Kabaena Selatan itu disebutnya telah dan siap menjalankan syarat perlakukan sebagaimana peraturan pencegahan COVID-19.

"Mereka tiba sekitar jam 9 malam. Berdasarkan aturan, mereka siap dikarantina. Hanya saja warga menolak jika mereka dikarantina di sekitar rumah mereka," ucap Agus melalui sambungan telepon.

Baca juga: Berkas Perkara Kasus Penembakan Mahasiswa Terhambat Pandemi COVID-19

Hal itu turut dibenarkan oleh Kapolsek Kabaena, IPDA Andi Muhammad Taufan. Dia mengatakan, 21 tenaga kerja itu langsung kembali ke Sikeli usai ditolak oleh warga Kelurahan Rahampuu.

Setibanya di Sikeli, mereka juga ditolak oleh Satgas setempat karena meminta menginap untuk sementara waktu.

"Mereka langsung pulang tadi malam ke daerah asalnya. Karena disini (Sikeli) pun ditolak oleh Satgas karena mereka izin menginap," kata Kapolsek Kabaena.

Untuk menghindari hal-hal buruk, pihaknya serahkan sepenuhnya kepada Tim Satgas.

"Kita tidak mau ambil risiko dari pada masyarakat bertindak lebih jauh. Lebih baik dipulangkan saja," pungkasnya.

Reporter: Hir

Editor : Rani