BMKG Mencatat Indonesia Diguncang Gempa Puluhan Ribu Kali Sepanjang 2022

Nur Khumairah Sholeha Hasan

reporter

Selasa, 10 Januari 2023  /  10:19 am

Tercatat sepanjang 2022 total gempa telah terjadi hingga 10.792 kali, bahkan di awal 2023 beberapa wilayah di Indonesia kembali diguncang gempa. Foto: Repro Kalderanews.com

KENDARI, TELISIK.ID - Indonesia merupakan salah satu negara rawan gempa bumi di dunia, karena Indonesia dilalui jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, yakni Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik yang jalur pertemuan ketiga lempeng ini berada di laut.

Melansir Sindonews.com, gempa bumi berskala besar dengan kedalaman yang relatif dangkal akan berpotensi menyebabkan tsunami. Menurut catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sepanjang 2022 telah terjadi ribuan kali gempa dalam skala kecil hingga besar.

Pada periode 1-20 Januari 2022, BMKG mencatat setidaknya terjadi 726 gempa, yang terbesar terjadi Banten pada 14 Januari 2022 lalu. Gempa bermagnitudo 6,7 berpusat di 52 kilometer Barat Daya Sumur, Banten.

Meskipun tidak berpotensi tsunami, gempa ini bersifat destruktif yang mengakibatkan lebih dari 700 unit rumah di 113 desa rusak, termasuk sarana pendidikan, kesehatan, dan tempat ibadah.

Pada Februari, tidak ada data pasti terkait total jumlah gempa bumi yang terjadi di sepanjang Februari. Namun, BMKG Provinsi Jawa Barat menyebut ada setidaknya 70 kali gempa di provinsi tersebut di bulan Februari 2022. Meskipun tidak terlalu kuat dan rata-rata bermagnitudo 2 hingga 3.

Maret 2022, gempa mengguncang Nabire, Papua dengan magnitude 4,9. Pusat gempa berada luat, tepatnya 45 km barat daya Nabire di kedalaman 20 km. Sementara itu Jawa Barat dilanda 95 kali gempa di bulan tersebut.

April 2022, beberapa wilayah di Indonesia dilanda gempa. Gempa terjadi di Lampung pada 11 April 2022. Gempa bermagnitudo 3,9 dan berpusat di kedalaman 55 km. Gempa bermagnitudo 4,8 juga terjadi di Sukabumi, Jawa Barat pada 26 April 2022. Gempa pukul 12 malam itu tidak berdampak apa pun.

Di akhir April, tepatnya pada 29 April, gempa juga terasa di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Gempa tersebut berskala kecil, yakni magnitudo 2,3. Selanjutnya, gempa bermagnitudo 6,5 mengguncang Maluku pada 27 Mei 2022.

Baca Juga: Jemaah Haji Tahun Ini Tanpa Batasan Usia dengan Jumlah Kuota 221 Ribu

Dikutip dari iNews.id, pusat gempa berada di kedalaman 104 km dan 85 km barat daya Maluku. Tidak hanya sekali, Maluku kembali diguncang gempa sebulan setelahnya, tepatnya pada 17 Juni 2022. BMKG menyebut gempa dengan magnitudo 5,0 itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami dan berada di kedalaman 147 km.

Pada 9 Juli 2022, perairan Danau Toba (Toba Samosir) dilanda gempa berkekuatan 5,2 SR. Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 12.40 WIB dan tidak menimbulkan dampak negatif. Wilayah ini juga diguncang gempa pada 10 Agustus 2022, meskipun dengan skala yang jauh lebih kecil (magnitudo 2,6).

Dua wilayah di Indonesia, yakni Aceh dan Bengkulu, dihantam gempa dengan skala cukup besar pada bulan September 2022. Di Aceh, gempa terjadi pada 24 September 2022 dengan magnitudo 6,4. Gempa tersebut diakibatkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke lempeng Eurasia.

Sebelumnya, gempa tercatat terjadi di Bengkulu pada 9 September 2022 dengan magnitudo 5,0. Meskipun demikian, gempa Bengkulu ini tidak berpotensi tsunami. Pusat gempanya sendiri berada di 51 km barat daya Seluma, Bengkulu.

Di Oktober 2022, gempa dengan magnitudo 5,5 melanda Banten pada 9 Oktober 2022. Gempa yang terasa hingga Jakarta ini tidak berpeluang menimbulkan tsunami. Sepanjang bulan tersebut, beberapa wilayah lain di tanah air juga terkena gempa, yakni Cilacap (9 Oktober 2022, magnitudo 4,7), Tapanuli Utara (19 Oktober 2022, magnitudo 3,4), Kolaka Utara (30 Oktober 2022, magnitudo 2,9), dan Sukabumi (30 Oktober 2022, magnitudo 4,7).

Beranjak ke bulan November 2022, salah satu gempa destruktif terjadi pada 21 November 2022 yang berpusat di Cianjur, Jawa Barat. Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 ini menewaskan lebih dari 100 orang dan memaksa sekitar 5.400 masyarakat untuk mengungsi. Tidak hanya di Cianjur, gempa juga terasa hingga ke Bogor dan Jakarta.

Hingga pada 2023 saat ini, gempa masih menjadi momok menakutkan di Indonesia. Gempa beragnitudo 4,9 mengguncang Kota Jayapura, Papua. BMKG menyampaikan, gempa tersebut merupakan gempa merusak pertama yang terjadi di awal tahun 2023.

BMKG Wilayah Papua mengatakan, gempa M 4,9 terjadi pada pukul 03.24 WIT, Senin (2/1/2023) lalu. Titik koordinat gempa berada di 2,53 LS dan 140,74 BT. Kedalaman gempa 10 km, seperti dilansir dari Kompas.com.

Mengutip Katadata.co.id, gempa dengan kekuatan magnitude 3,1 juga terjadi di Bantul. Pusat gempat berada di darat.

"Pusat gempa berada di darat 13 km tenggara Bantul dan gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat." tulis BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) melalui website resminya pada 9 Januari 2023.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Serahkan Ribuan Video Mesum Diduga Dirut PT Taspen

Gempa terjadi pada pukul 22:41:06 di kedalaman 18 kilometer dan tak berpotensi tsunami. Sementara itu, titik koordinat gempa berada pada 8.00 LS (Lintang Selatan) dan 110.42 BT (Bujur Timur).

BMKG juga mencatat magnitudo 5,6 pada Senin (9/1/2023) pukul 19.26 WIB, berada pada 8,93 Lintang Selatan dan 111,13 Bujur Timur atau 70 kilometer arah Selatan Kota Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 59 km.

Dan terkahir pada hari ini, Selasa (10/1/2023) gempa kembali terjadi di Maluku hingga membuat BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku dan Sulawesi Tenggara, meski BMKG telah mencabut peringatan dini tsunami yang berpusat di barat laut Maluku Tenggara Barat.

Selain di wilayah Maluku, gempa dirasakan di Provinsi Papua, seperti di Sorong, Merauke, dan Nabire, NTT seperti di Ende dan Kupang. BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai terjadinya gempa susulan.

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono melalui akun Twitternya, Minggu (1/1/2023) mencatat total ada 10.792 kali aktivitas gempa di Indonesia pada 2022. Di antara jumlah itu, ada 807 kali gempa yang dirasakan serta 22 kali gempa yang merusak. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS