Ini Bacaan dan Tata Cara Sujud Sahwi

Haerani Hambali

Reporter

Minggu, 05 Februari 2023  /  7:15 pm

Sujud sahwi dapat dilakukan sebelum salam atau sesudah salam. Foto: Repro Jabar.nu.or.id

KENDARI, TELISIK.ID- Sujud sahwi merupakan dua sujud yang dilakukan oleh orang yang salat untuk menggantikan kesalahan yang terjadi di dalam salatnya karena lupa.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat bersama kami lima raka’at. Kami pun mengatakan, “Wahai Rasulullah, apakah engkau menambah dalam salat?” Lalu beliau pun mengatakan, “Memang ada apa tadi?” Para sahabat pun menjawab, “Engkau telah mengerjakan salat lima raka’at.” Lantas beliau bersabda, “Sesungguhnya aku hanyalah manusia semisal kalian. Aku bisa memiliki ingatan yang baik sebagaimana kalian. Begitu pula aku bisa lupa sebagaimana kalian pun demikian.” Setelah itu beliau melakukan dua kali sujud sahwi.” (HR. Muslim).

Untuk menutupi kesalahan itu, Rasulullah SAW pun melakukan dua kali sujud sahwi. Walaupun terdapat perbedaan pendapat dari para ulama terkait hukumnya, namun pendapat yang lebih kuat mengarah ke wajib.

Baca Juga: Menjadi Hamba yang Dicintai Allah dengan Salat Malam

Dilansir dari Merdeka.com, terdapat beberapa alasan melakukan sujud sahwi.

1. Berlebih Rakaat

Diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud, Rasulullah SAW pernah melakukan salat zuhur bersama para sahabat sebanyak lima rakaat.

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan salat Dhuhur lima raka’at. Lalu ada menanyakan kepada beliau, “Apakah engkau menambah dalam sholat?” Beliau pun menjawab, “Memangnya apa yang terjadi?” Orang tadi berkata, “Engkau salat lima raka’at.” Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sujud dua kali setelah ia salam tadi." (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Ragu Jumlah Rakaat

"Jika salah seorang dari kalian merasa ragu dalam salat hingga tidak tahu satu rakaat atau dua rakaat yang telah ia kerjakan, maka hendaknya ia hitung satu rakaat. Jika tidak tahu dua atau tiga rakaat yang telah ia kerjakan, maka hendaklah ia hitung dua rakaat. Dan jika tidak tahu tiga atau empat rakaat yang telah ia kerjakan, maka hendaklah ia hitung tiga rakaat. Setelah itu sujud dua kali sebelum salam." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

3. Salam Sebelum Rakaat Sempurna

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah melakukan salat dzuhur atau ashar, kemudian beliau salam setelah selesai rakaat kedua, lalu beliau bergegas keluar melalui salah satu pintu masjid.

Karena heran, para sahabat bertanya, 'Nabi telah memendekkan salat?' sejenak kemudian Nabi SAW datang, lalu bersandar di satu di antara tiang seolah-olah sedang dilanda marah. Lalu, salah seorang dari mereka (Dzul-Yadain) menghampiri beliau dan bertanya:

"Wahai Rasulullah, apakah engkau telah lupa atau salat ini sengaja engkau qashar. Jawab baginda: Tidak, saya tidak lupa, dan saya tidak memendekkannya. Lelaki itu berkata lagi, 'Benar wahai Rasulullah, sebenarnya engkau telah lupa."

Rasulullah bertanya kepada yang lainnya: "Benarkah yang diucapkannya?" Mereka menjawab, "Benar ya Rasulallah". Rasulullah pun bangun dan menyempurnakan yang tertinggal dari salatnya. Setelah memberi salam, beliau sujud sebanyak dua kali, kemudian melakukan salam sekali lagi. (HR Bukhari dan Muslim).

4. Lupa Membaca Tasyahud Awal

Abdullah Ibnu Buhainah menceritakan: "Sesungguhnya Rasulullah melakukan salat zuhur bersama para sahabat dan beliau tidak duduk membaca tasyahhud selepas dua rakaat pertama. Para sahabat mengikuti di belakangnya sampai akhir salat."

Masing-masing menunggu beliau melakukan salam (mengakhiri salat). Namun, baginda melakukan takbir dalam keadaan demikian (iftirasy) lalu melakukan sujud sebanyak dua kali sebelum memberi salam. Setelah itu beliau melakukan salam. (HR Bukhari dan Muslim).

Cara Sujud Sahwi

Dikutip dari Muslim.or.id, sujud sahwi dilakukan dengan dua kali sujud di akhir salat –sebelum atau sesudah salam-. Ketika hendak sujud, disyariatkan untuk mengucapkan takbir “Allahu akbar”, begitu pula ketika bangkit dari sujud disyariatkan untuk bertakbir.

Contoh cara melakukan sujud sahwi sebelum salam dijelaskan dalam hadis ‘Abdullah bin Buhainah.

“Setelah beliau menyempurnakan salatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam.” (HR. Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570)

Contoh cara melakukan sujud sahwi sesudah salam dijelaskan dalam hadis Abu Hurairah.

“Lalu beliau salat dua rakaat lagi (yang tertinggal), kemudia beliau salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit.” (HR. Bukhari no. 1229 dan Muslim no. 573)

Sujud sahwi sesudah salam ini ditutup lagi dengan salam sebagaimana dijelaskan dalam hadis ‘Imron bin Hushain.

“Kemudian beliau pun salat satu rakaat (menambah raka’at yang kurang tadi). Lalu beliau salam. Setelah itu beliau melakukan sujud sahwi dengan dua kali sujud. Kemudian beliau salam lagi.” (HR. Muslim no. 574).

Baca Juga: Kisah Orang Masuk Surga karena Singkirkan Duri di Jalan

Bacaan Sujud Sahwi

Bacaan sujud sahwi sebenarnya serupa dengan bacaan sujud salat lainnya. Adapun bacaan sujud sahwi yang bisa dilafalkan adalah sebagai berikut:

Subhaana robbiyal a’laa

Artinya:

"Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi"

Selain itu, juga dapat membaca bacaan sujud sahwi sebagai berikut:

Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy.

Artinya:

"Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku"

Akan tetapi, sebagian ulama ada yang menganjurkan untuk membaca doa tertentu sebagai bacaan sujud sahwi namun tanpa didukung oleh dalil. Berikut doanya:

Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huw

Artinya:

"Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa." (C)

Penulis: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS