Ini Sosok Pencipta Mi Instan Pertama di Dunia, Berawal dari Krisis Pangan

Nur Khumairah Sholeha Hasan

reporter

Senin, 15 Agustus 2022  /  8:07 pm

Momofuku Ando, pria kelahiran Taiwan yang kemudian tinggal Jepang, memanfaatkan bantuan pangan dari Amerika berupa tepung, lalu tercetus ide membuat makanan yang diminati, tahan lama dan murah hingga terciptalah mi instan. Foto: Repro grid.id

KENDARI, TELISIK.ID - Siapa yang tidak kenal mi instan? Makanan favorit banyak orang yang bisa dimakan kapan saja, praktis dan di mana saja. Namun, seperti apa sejarah mie instan pertama kali?  

Dilansir dari detik.com, pembuatan mi tertua dan pertama kali ada di China. Sekitar abad kedua, makanan dalam bentuk mi muncul pada zaman kekaisaran Tiongkok kedua yakni Dinasti Han. Kala itu mi berkembang dalam bentuk masakan, dipotong tipis atau dimakan dingin dan tersebar di China.

Pada abad kedelapan, mi telah meluas ke Jepang, kemudian pada abad ke-10 masuk ke Afghanistan dan Iran. Bahkan dikatakan bahwa mi menyebar lebih jauh ke Italia dan berkembang menjadi pasta. Berbagai budaya mi menyebar ke Asia Tenggara antara abad ke-15 dan awal abad ke-19.

Memasuki abad ke-20, ramen ayam ditemukan pada tahun 1958 di Jepang, itu adalah kelahiran mi instan pertama di dunia karena dapat dimakan kapan saja, di mana saja hanya dengan menuangkan air panas.

Baca Juga: 5 Tips Sukses Ala Mark Zuckerberg

Dikutip dari wikipedia.com, setelah Perang Dunia II, terjadi krisis pangan di Jepang. Pada saat itu Jepang mendapatkan bantuan pangan berupa tepung terigu dari Amerika Serikat, yang banyak diolah menjadi roti.

Momofuku Ando, seorang pengusaha kelahiran Taiwan di Jepang, mencoba mencari cara menggunakan tepung terigu untuk menciptakan makanan yang diminati, tahan lama, dan murah. Setelah melalui metode coba-coba, akhirnya Ando penciptakan proses mengkukus, menggoreng dan mengeringkan mi gandum.

Baca Juga: Arab Saudi Kini Izinkan Pemegang Semua Jenis Visa Bisa Umroh

Pada tahun 1958 Ando mulai memasarkan produk ini dengan nama Chikin Ramen lewat perusahaannya, Nissin. Pada tahun 1971, Nissin memperkenalkan produk Cup Noodles, mi instan yang dijual bersama mangkok tahan panas sehingga semakin praktis dikonsumsi.

Produk ini mendapatkan inspirasi dari perjalanan Ando ke Amerika Serikat tahun 1966, ketika melihat eksekutif perusahaan supermarket Amerika menggunakan cangkir kopi untuk mencoba mi instan, karena tidak tersedianya mangkok. Inovasi ini membuat mi instan menyebar cepat di Amerika dan Eropa.

Popularitas mi instan menanjak dengan cepat ke seluruh dunia. Pada 1997, penjualannya mencapai 42 miliar bungkus. Pada 2000, penjualannya sampai 48 miliar bungkus. Pada 2020, menurut World Instant Noodles Association, konsumsi mi instan global menyentuh angka 116 miliar. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Kardin