Kepala SMAN 2 Raha Ditemukan Meninggal di Kamar Kapal

Sunaryo

Reporter Muna

Minggu, 22 November 2020  /  9:52 pm

Almarhum La Zilu selaku Kepala SMAN 2 Raha. Foto: Ist.

MUNA, TELISIK.ID - Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Muna. Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Raha, La Zilu menghadap sang khalik alias meninggal dunia, Minggu (22/11/2020).

Ucapan bela sungkawa dari rekan-rekan seprofesi, murid mantan muridnya sejak pagi hingga sore hari terus menghiasi beranda-beranda Media Sosial (Medsos). Mereka tak menyangka, almarhum akan cepat menghadap Allah SWT.

Almarhum ditemukan tak bernyawa di kapal malam Rute Kendari- Raha (PP) KM Aksar Saputra 08, tepatnya di sebuah kamar nomor 5 saat sandar di Pelabuhan Nusantara Raha sekira pukul 09.00 Wita.

Almarhum pertama kali diketahui meninggal oleh Ismail yang hendak akan menjemputnya. Pukul 08.56 Wita, Ismail tiba di kapal dan menanyakan pada Anak Buah Kapal (ABK) kamar almarhum.

Saat tiba di depan kamar, ia melihat almarhum masih tertidur dengan posisi menyamping sebelah kanan. Ia takut membangunkan almarhum dan memilih untuk menunggu.

Namun, karena sudah terlalu lama menunggu, ia memberanikan diri masuk ke dalam kamar dengan niat membangunkan almarhum.

Baca juga: Mamah Dedeh Positif COVID-19, Begini Kondisinya

"Saat itu saya bangunkan, almarhum sudah tidak bergerak dan tidak bernyawa lagi. Saya lalu memberi tahu ABK dan menghubungi istrinya," kata Ismail saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Sumiadin, ABK yang bertugas membersihkan kamar menerangkan, sekira pukul 07.00 Wita, ia hendak membersihkan kamar 5. Namun, karena almarhum masih berada di atas tempat tidur, ia lalu melanjutkan membersihkan kamar lainnya.

"Posisi tidurnya menyamping," sebutnya.

Sementara itu, Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho melalui Kapolsek KPPP, IPTU Hidha Nur Wagiyono menerangkan, almarhum melakukan perjalanan dari Kendari menuju Raha dengan menumpangi kapal malam.

Almarhum memesan tiket dan kamar pada salah satu petugas loket. Dari rekaman CCTV kapal, almarhum tiba di pelabuhan Kendari sekira pukul 19.49 Wita menuju loket untuk mengambil kunci kamar.

Saat akan menuju di kamar, almarhum sempat membeli kopi pada seorang ibu pedagang asongan dalam kapal.  

Baca juga: Wartawan Kecewa Tidak Diizinkan Liput Langsung Debat Pilkada di Wakatobi

"Saat pemeriksaan tiket pukul 22.24 Wita, almarhum sempat bangun memperlihatkan tiketnya pada petugas kapal. Setelah itu, almarhum kembali tidur," kata Hidha Nur.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan identivikasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Didalam kamar, ditemukan bungkusan sisa makanan, gelas plastik sisa kopi dan beberapa puntung rokok. Almarhum ditemukan tidur menyamping memeluk bantal tanpa mengenakan baju dan menggunakan celama panjang.

"Kita sudah lakukan upaya untuk dilakukan visum, tetapi pihak keluarga menolak," ujarnya.

Pihak kepolisian lalu membantu mengevakuasi almarhum dari atas kapal untuk dibawa ke rumah almarhum di Kelurahan Watonea. (A)

Reporter: Sunaryo

Editor: Fitrah Nugraha

TOPICS