Adegan Viral Link Video Wanita Berhijab Cukur Kumis, Berikut Penjelasan Pakar dan Bahaya ke Otak

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Selasa, 10 Februari 2026
0 dilihat
Adegan Viral Link Video Wanita Berhijab Cukur Kumis, Berikut Penjelasan Pakar dan Bahaya ke Otak
Video singkat wanita berhijab mencukur kumis viral, pakar ingatkan bahaya tautan jebakan digital. Foto: Repro Aboutsemarang

" Potongan video singkat berdurasi belasan detik menampilkan perempuan berhijab mencukur kumis "

JAKARTA, TELISIK.ID - Potongan video singkat berdurasi belasan detik menampilkan perempuan berhijab mencukur kumis mendadak viral di TikTok dan memicu pencarian tautan penuh berisiko.

Sejak awal Februari 2026, lini masa TikTok dipenuhi unggahan ulang video pendek bertajuk “Cukur Kumis” yang memperlihatkan seorang perempuan berhijab hitam duduk santai di dalam kamar sederhana.

Rekaman tersebut berdurasi kurang dari 15 detik, disunting dengan potongan cepat, musik latar, serta transisi dramatis yang menimbulkan rasa penasaran warganet. Dalam waktu singkat, kata kunci terkait video itu menempati daftar pencarian populer dan memicu peredaran tautan yang diklaim sebagai versi lengkap.

Cuplikan yang beredar hanya memperlihatkan adegan terbatas tanpa konteks utuh. Perempuan itu tampak berada di tepi kasur dengan seprai berwarna terang, kemudian melakukan gerakan yang diartikan sebagian pengguna sebagai aktivitas mencukur kumis.

Minimnya informasi membuat spekulasi berkembang cepat. Kolom komentar dipenuhi ajakan mengklik link tertentu untuk menonton video penuh, sebagian di antaranya mengarah ke domain di luar platform resmi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengingatkan publik agar tidak sembarang membuka tautan semacam itu. Ahmad Fauzi, Kepala Divisi Siber Kominfo Jawa Barat, mengatakan pihaknya mendeteksi peningkatan trafik ke situs mencurigakan yang memanfaatkan judul sensasional.

Ia menjelaskan bahwa pola ini berulang pada banyak kasus viral sebelumnya. “Kami mendeteksi lonjakan akses ke domain tidak dikenal yang mengklaim menyediakan video lengkap. Sebagian besar berisi malware atau mengarah ke konten ilegal,” ujarnya, seperti dilansir dari Aboutsemarang, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Viral Link Air Mancur Amalia Mutya Part 2 Gegerkan Warganet, Begini Penjelasannya

Menurut Fauzi, pelaku biasanya memanfaatkan rasa penasaran pengguna untuk mengumpulkan data pribadi atau memasang perangkat lunak berbahaya. Tautan disebar melalui komentar, pesan langsung, hingga halaman agregator yang meniru tampilan media resmi.

Pengguna yang tidak teliti berpotensi kehilangan data akun, informasi perbankan, atau akses perangkat setelah mengklik halaman tersebut.

Fenomena ini juga disorot kalangan akademisi. Dr. Siti Nurhaliza, pakar psikologi digital dari Universitas Padjadjaran, menjelaskan bahwa konten dengan informasi terpotong sengaja dirancang untuk memicu curiosity gap. Ia menyebut mekanisme tersebut membuat orang terdorong mencari kelanjutan cerita tanpa mempertimbangkan risiko.

“Ketika informasi dibuat setengah-setengah, otak merasa perlu menutup celah itu. Di sinilah orang cenderung terburu-buru mengklik tautan,” katanya.

Seiring penyebaran video, muncul pula klaim bahwa pemeran dalam rekaman telah diamankan aparat. Namun, penelusuran terhadap pernyataan resmi kepolisian belum menemukan konfirmasi terkait kabar tersebut. Beberapa video yang menampilkan adegan penangkapan diketahui merupakan potongan berbeda yang digabungkan sehingga menimbulkan kesan seolah-olah berkaitan langsung. Otoritas meminta publik tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi.

Akun TikTok yang disebut sebagai pengunggah awal dilaporkan berubah menjadi privat setelah jumlah penonton meningkat tajam. Meski demikian, salinan video terus beredar di berbagai akun lain. Pola ini menunjukkan bagaimana konten sensasional dengan durasi pendek mudah direplikasi dan didistribusikan ulang tanpa kendali, terutama ketika algoritma mendorong materi dengan interaksi tinggi.

Baca Juga: Pemeran Link Video Wanita Berhijab Cukur Kumis Ditangkap Polisi, Begini Penjelasannya

Kominfo mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi melalui sumber tepercaya serta menggunakan fitur pelaporan jika menemukan konten atau tautan mencurigakan. Pengguna juga disarankan tidak mengunduh aplikasi tambahan yang dijanjikan sebagai pemutar video khusus.

“Jika menemukan link yang tidak jelas asal-usulnya, sebaiknya diabaikan dan dilaporkan. Jangan sampai rasa penasaran berujung kerugian,” kata Fauzi.

Hingga kini, identitas perempuan dalam video dan konteks perekaman belum dipastikan secara resmi. Pihak berwenang meminta publik menunggu keterangan lebih lanjut serta menjaga keamanan data pribadi saat berselancar di media sosial. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga