Korban Pengeboman di Busel Minta Kapolri Usut Kasusnya

Deni Djohan

Reporter Buton Selatan

Rabu, 09 September 2020  /  9:49 pm

Direktur PT Sifa Abadi Busoa, Arfahu Foto: Ist.

BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Direktur PT Sifa Abadi Busoa, Arfahu, meminta ke pada Kapolri, Jendral Idham Aziz, turun tangan dalam mengusut kasus pengeboman rumahnya yang terjadi beberapa waktu lalu.

Pasalnya, pihak Polsek dan Polres Buton dinilai tak serius dalam menangani kasus tersebut.

"Sejak rumahku dibom dengan bom molotov tanggal 23 Agustus 2020 lalu, kasus ini belum juga ada kabarnya. Padahal kejadian ini saya telah melapor Polsek Batauga dua Minggu lalu," beber Arfahu, Rabu (9/9/2020).

Menurutnya, pihak Kepolisian seharusnya bekerja lebih giat lagi bekerja dalam rangka menangkap pelaku pengeboman itu. Sebab kasus ini terbilang peristiwa luar biasa. Di samping itu, psikologis anak istrinya hingga kini masih terganggu akibat dari peristiwa itu.

Baca juga: Demi Biayai Kehidupan, Ibu Rumah Tangga di Kendari Nekat Jual Sabu

"Karena itu, saya meminta perhatian Bapak Kapolri sebagai putra daerah Sulawesi Tenggara. Tentunya semua pihak, rumahnya tidak ingin diteror dengan bom molotov Karena tindakan teror bom molotov seperti ini seharusnya tidak terjadi di daerah Buton Selatan dengan julukan Busel Beradat," lanjutnya.

Kata dia, sudah hampir 10 tahun ia menggeluti dunia kontraktor, namun baru kali ini ia mendapat teror bom yang merusak sejumlah perabot rumahnya. Bahkan pasca pengeboman itu, dirinya masih mendapat teror melaui SMS dari yang diduga kuat pelaku teror.

"Jadi saya sangat berharap ke pada Polri dalam hal ini Kapolri dan Kapolda Sulawesi Tenggara turun tangan untuk mengungkap siapa dalang di balik pengeboman rumah saya," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Batauga, Iptu Yudi Widhia Sartono belum menjawab sambungan telpon wartawan ini.

Reporter: Deni Djohan

Editor: Kardin

TOPICS