Mahasiswa Bombana Desak BPK Usut Sejumlah Pembangunan yang Dinilai Mangkrak

Muhammad Ilwanto

Reporter

Rabu, 30 Maret 2022  /  8:34 pm

Mahasiswa Bombana yang sedang melakukan aksi demo di depan kantor BPK Sultra. Foto : Muhammad Ilwanto/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Setelah sebelumnya melakukan aksi demonstrasi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra beberapa hari lalu. Kini sejumlah mahasiswa Bombana yang tergabung mengelar aksi di Kantor Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Sultra, Rabu (30/3/2022).

Aksi tersebut dilakukan, guna meminta pihak BPK Perwakilan Sultra, untuk melakukan audit dan mengevaluasi ulang, berbagai kegiatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana dari tahun 2019-2021.

Salah satu masa aksi, Faisal Calo mengatakan, selama ini ada tindakan yang diduga tidak beres dilakukan oleh Pemkab Bombana terkait pembangunan RSUD VIP dan asrama mahasiswa Bombana.

“Kedatangan kami disini untuk mendesak BPK Perwakilan Sultra, untuk segera turun secara langsung, pemeriksaan dan mengaudit kembali berbagai pekerjaan pembangunan yang dilakukan Pemkab Bombana selama beberapa tahun terakhir," ujarnya.

Dirinya mengaku, sudah ada berbagai fakta dan temuan, mengenai permasalahan berbagai pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Sekelompok Mahasiswa Minta Kejati Usut Pembangunan RSUD VIP Bombana Mangkarak

"Sesuai dengan investigasi dan kajian kami, ada beberapa pekerjaan pembangunan yang mangkrak, sehingga kami duga adanya Korupsi. Karena sampai detik ini, pembangunan yang seharusnya sudah bisa digunakan, malah belum terealisasikan sampai sekarang," jelasnya.

Lanjut dia, sebelumnya pihaknya sudah mendatangi Gedung BPK Perwakilan Sultra, namun tidak ada satu pun unsur pimpinan BPK yang menemui masa aksi. Sehingga ia berharap, persoalan ini benar-benar diatensi.

Baca Juga: Aliansi Lembaga Unsultra Gelar Aksi, Tolak PT GKP Beroperasi di Konkep

"Pastinya kami tidak akan berhenti, sebelum apa yang kami tuntut itu dipenuhi. Namun kami sangat kecewa, karena aksi yang kami lakukan ini, tidak mendapatkan respon apa pun dari pihak BPK Sultra," ujarnya.

Sementara itu, Korlap Aksi, Alfansyah menyesalkan pengelolaan angaran APBD Kabupaten Bombana yang dinilai banyak tidak produktif, dalam menanggapi berbagai isu dan kasus-kasus seperti ini. Sehingga dengan melakukan aksi ke BPK Perwakilan Sultra, ia berharap, pihak tersebut bisa turun dan memastikan langsung kegiatan yang diduga sarat masalah tersebut.

“Apalagi persoalan asrama mahasiswa Bombana, sebagai fasilitas tempat tinggal untuk menempuh pendidikan di tanah rantau, namun sangat disayangkan sampai hari ini belum terselesaikan. Bukan hanya itu pembangunan RSUD, dan masih banyak lagi yang lainya, sampai saat ini belum jadi," tutupnya. (B)

Reporter: Muhammad Ilwanto

Editor: Kardin