Menkes Sebut Warga yang Disuntik Vaksin Dapat Sertifikat Bebas Pergi-Pergi

Muhammad Israjab

Reporter

Jumat, 15 Januari 2021  /  11:50 am

Menkes Budi Gunadi Sadikin berencana memberi insentif berupa sertifikat digital kepada masyarakat yang sudah divaksinasi COVID-19. Foto: Repro ANTARA FOTO

JAKARTA, TELISIK.ID - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin terus berupaya meyakinkan masyarakat terkait pentingnya menjalani vaksinasi COVID-19.

Dalam pernyataan terbarunya, ia berencana memberikan intensif berupa sertifikat kesehatan digital bagi warga yang disuntik vaksin.

Budi menjelaskan, sertifikat digital itu nantinya memiliki fungsi sebagai pengganti syarat tes COVID-19 bagi warga yang hendak melakukan perjalanan.

Karena itu, warga yang sudah jalani vaksinasi tidak perlu menunjukkan hasil tes PCR saat mau naik kereta ataupun pesawat terbang.

”Sehingga kalau beliau terbang atau pesan tiket di Traveloka, tidak usah menunjukkan PCR test atau antigen,” kata Budi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta seperti dilansir dari CNNIndonesia pada Kamis (14/1/2021).

Menurutnya, alasan pihaknya memutuskan untuk memberikan sertifikat ini demi meyakinkan masyarakat untuk bersedia divaksinasi.

Ia menegaskan, pemerintah tidak lagi akan menggunakan narasi sanksi bagi warga yang ogah disuntik vaksin corona sebagai langkah sosialisasi.

Alasan lain pemberian sertifikat insentif itu juga dinilai dapat mendukung penerapan protokol kesehatan COVID-19.

Baca juga: Ini Wasiat Syekh Ali Jaber Sebelum Meninggal Dunia

Sebagai contoh saat ada warga yang mau pergi ke pusat perbelanjaan atau menghadiri acara kerumunan, maka mereka hanya perlu menunjukkan sertifikat itu.

Nantinya, pemberian sertifikat digital itu akan melibatkan pengembang aplikasi dalam negeri. Warga bisa mendapatkan sertifikat setelah divaksinasi melalui aplikasi yang bakal dibuat pemerintah.

Namun baru saja ide ini disampaikan Budi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) langsung melancarkan kritikan keras. Mereka menilai jika vaksin tidak menjamin pandemi akan selesai sehingga rencana itu dinilai membahayakan.

Anggota Fraksi PDIP Rahmad Handoyo menyebut, rencana itu bisa membuat banyak orang bebas pergi-pergi senaknya tanpa memperhatikan protokol kesehatan setelah menerima vaksin.

Hal itu dinilai tetap berpotensi membuat penyebaran virus corona semakin tak terkendali.

“Hati-hati, divaksin belum berarti bebas. Divaksin kemudian mlayu (pergi) sana-sini, kena virus, naik pesawat, nularin semua Pak, hati-hati, tetap pakai masker, jaga jarak, harus pakai, Pak," kritik Handoyo. (C)

Reporter: Muhammad Israjab

Editor: Haerani Hambali

TOPICS