adplus-dvertising

Percepat Revitalisasi, Pertamina Pasang Reaktor Kilang Balongan di Indramayu

Marwan Azis, telisik indonesia
Sabtu, 15 Januari 2022
397 dilihat
Percepat Revitalisasi, Pertamina Pasang Reaktor Kilang Balongan di Indramayu
Kilangan Balongan milik Pertamina di Indramayu. Foto : Cirebon Raya.

" Sekretaris Perusahaan Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya mengatakan, kemajuan proyek peremajaan RCC sudah mencapai 64,02 persen hingga awal 2022 "

JAKARTA, TELISIK.ID - Untuk mempercepat revitalisasi kilang, PT Pertamina (Persero) mulai memasang reaktor yang menjadi peralatan inti Residue Catalytic Cracking (RCC) Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat.

Sekretaris Perusahaan Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya mengatakan, kemajuan proyek peremajaan RCC sudah mencapai 64,02 persen hingga awal 2022.

“Kami mengharapkan unit RCC Pertamina akan on stream sesuai target di tahun 2022," ujar Ifki di Jakarta (15/1/2022).


Dikatakan RCC merupakan fasilitas penting dalam proses pengolahan minyak bumi karena berfungsi untuk meningkatkan nilai produk dengan bantuan katalis.

Pertamina memproyeksikan unit RCC memiliki kapasitas pengolahan sebesar 83 ribu barel per hari.

Unit RCC juga menghasilkan produk bernilai tinggi, seperti propilen, elpiji, nafta, light cycle oil, dan decant oil.

Manajer Umum Proyek Balongan Nugroho menyampaikan Pertamina berkomitmen untuk mengelola optimasi unit RCC dengan melakukan peremajaan dan penggantian berbagai peralatan yang kritikal.

"Kami pastikan peralatan utama dalam Proyek Revitalisasi RCC ini sudah tiba, yaitu orifice chamber dan reaktor sudah datang. Berikutnya, tim Project Balongan akan bergerak memasang peralatan tersebut pada agenda pemeliharaan kilang pada Februari 2022,” tuturnya.

Baca Juga: Kepala BNPB Minta Pendataan Dampak Gempa Banten Dilakukan dengan Baik

Dijelaskan pemasangan orifice chamber yang memiliki diameter 4,16 meter dan panjang 16,18 meter dilaksanakan dengan standar HSSE yang ketat.

Adapun reaktor pada unit RCC berfungsi untuk tempat berlangsungnya reaksi catalytic cracking untuk merekahkan rantai karbon dari umpan minyak berat bernilai jual rendah menjadi produk dengan rantai karbon lebih pendek yang mempunyai nilai lebih tinggi, seperti propilen, elpiji, nafta, light cycle oil, dan decant oil.

Reaktor RCC memiliki memiliki diameter 11,5 meter, panjang 41,6 meter, dan berat kotor 782 ton.

Baca Juga: Rugikan Negara Rp 800 Miliar, LPSK Dukung Kejagung Ungkap Korupsi Proyek Satelit

“Reaktor ini merupakan salah satu yang terberat pernah dimobilisasi di Kilang Balongan,”pungkasnya. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Kardin

Artikel Terkait
Baca Juga