Mistik: Hantu Korban Kecelakaan Gentayangan Teror Balapan Liar saat Ramadan
Reporter
Kamis, 19 Februari 2026 / 2:54 pm
Balapan liar malam Ramadan di Cirebon terganggu isu penampakan sosok pembalap korban kecelakaan. Foto: Repro Kompas/Portaljtv
CIREBON, TELISIK.ID - Aktivitas balapan liar di jalan by pass Cirebon terganggu isu penampakan sosok pembalap yang disebut korban kecelakaan lama.
Cerita mengenai gangguan misterius saat balapan liar kembali menjadi perbincangan warga Cirebon, Jawa Barat, selama bulan Ramadan.
Sejumlah pemuda yang biasa menggunakan jalan by pass sebagai lintasan adu kecepatan mengaku melihat sosok asing di tepi jalan pada malam hari. Kabar itu muncul setelah beberapa pembalap mengalami kejadian tak biasa ketika memacu kendaraan mereka.
Balapan liar umumnya dilakukan selepas tengah malam hingga menjelang sahur, saat arus kendaraan sepi. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, kegiatan tersebut disebut sering terhenti mendadak.
Mesin motor dikabarkan mati sendiri, lampu redup, hingga pembalap merasa seperti diawasi. Situasi tersebut membuat sebagian peserta memilih membubarkan diri lebih awal.
Baca Juga: Mualaf Lokal: Resmi Mualaf, Warga Baruga Kendari Ini Rasakan Ketenangan Hati
Hendrik, mekanik motor yang cukup dikenal di kawasan setempat, mengatakan cerita itu berawal dari kecelakaan seorang pembalap beberapa tahun lalu.
Korban bernama Aceng meninggal dunia setelah kehilangan kendali di jalur by pass. Sejak saat itu, lokasi tersebut kerap dikaitkan dengan isu penampakan.
“Anak-anak datang ke bengkel cerita motornya tiba-tiba tidak bertenaga. Katanya ada bayangan orang berdiri di pinggir jalan,” ujar Hendrik, seperti dikutip dari DeskJabar, Kamis (19/2/2026).
Ia menambahkan bahwa cerita tersebut menyebar cepat di antara komunitas pembalap.
Menurutnya, sebelum kejadian kecelakaan, balapan liar berlangsung rutin setiap Ramadan. Pemenang biasanya mendapat uang taruhan dan reputasi bengkel meningkat.
“Kalau menang, bengkel ikut dikenal. Tapi setelah ada yang meninggal, suasananya berbeda,” katanya.
Beberapa warga sekitar mengaku mendengar suara kendaraan berhenti mendadak pada malam hari. Ketika dicek, tidak terlihat aktivitas apa pun di jalan. Pedagang makanan sahur pun memilih tutup lebih cepat untuk menghindari kerumunan pembalap dan isu yang berkembang.
Tokoh masyarakat setempat mengingatkan bahwa terlepas dari benar atau tidaknya cerita mistik, balapan liar tetap berisiko tinggi bagi keselamatan. Ia menilai jalan umum bukan tempat yang aman untuk kegiatan tersebut.
“Lebih baik gunakan sirkuit resmi. Jalan raya dipakai masyarakat umum,” ujarnya.
Hingga kini, cerita mengenai sosok gentayangan itu masih menjadi pembicaraan warga. Namun, aparat setempat tetap menekankan penertiban balapan liar sebagai prioritas utama, terutama selama Ramadan, demi mencegah kecelakaan serupa terulang kembali. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS