Mualaf Lokal: Resmi Mualaf, Warga Baruga Kendari Ini Rasakan Ketenangan Hati

Gusti Kahar, telisik indonesia
Sabtu, 14 Februari 2026
0 dilihat
Mualaf Lokal: Resmi Mualaf, Warga Baruga Kendari Ini Rasakan Ketenangan Hati
Masjid Al-Kautsar Kendari tempat Arman pertama kali mengucapkan dua kalimat syahadat. Foto: Gusti Kahar/Telisik.

" Setiap mualaf memiliki kisah yang berbeda dalam menemukan keyakinannya "

KENDARI, TELISIK.ID - Setiap mualaf memiliki kisah yang berbeda dalam menemukan keyakinannya. Ada yang mengenal Islam dari pergaulan, ada pula yang semakin mantap setelah membangun komitmen bersama pasangan hidup.

Perjalanan itu dialami Arman (29), warga Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Ia resmi memeluk Islam pada November 2021 setelah mengucapkan dua kalimat syahadat dan kini menjalani hidup sebagai seorang muslim.

Kepada telisik.id, Arman menuturkan bahwa keputusannya menjadi mualaf tidak terlepas dari hubungannya dengan sang istri. Keduanya berkenalan melalui teman dan menjalin hubungan cukup lama sebelum sepakat melangkah ke jenjang pernikahan.

Sebelum menikah, Arman mulai mempelajari ajaran Islam secara bertahap. Ia dikenalkan dengan tata cara salat, doa-doa harian, hingga kewajiban berpuasa di bulan Ramadan. Kalimat syahadat dipelajarinya perlahan, hingga akhirnya ia mengucapkannya pertama kali di rumah. Beberapa waktu kemudian, ia kembali melafalkannya secara resmi di Masjid Al-Kautsar.

"Di Masjid ini (Al-Kautsar Kendari) lalu saya ucap dua kalimat syahadat, banyak jamaah yang saksikan juga," kata Arman saat ditemui di Masjid Al-Kautsar Kendari, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Artis Muda Michelle Laurenz Temukan Hidayah Islam Setelah Masa Keraguan Agama

Arman mengaku, momen tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia merasakan ketenangan dan haru yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Meski tumbuh di lingkungan keluarga dengan latar belakang keyakinan berbeda dan sempat menghadapi penolakan, keluarganya perlahan bisa menerima keputusan tersebut. Ia menegaskan, pilihannya masuk Islam bukan karena paksaan.

“Memang dari diri saya sendiri sudah ada niat mengikuti istri, tapi tentu harus benar-benar yakin,” ungkapnya.

Kini, Arman terus belajar memperdalam pemahaman agama. Ia mengibaratkan dirinya seperti seseorang yang baru memulai perjalanan panjang dalam mengenal Islam. Ia berusaha konsisten menjalankan salat lima waktu dan memperbaiki diri sedikit demi sedikit.

“Awalnya saya hanya ingin belajar supaya lebih paham, tapi semakin ke sini semakin tenang. Ada perasaan yang berbeda, seperti menemukan hidayah dalam hidupku,” ujarnya.

Baca Juga: Terinspirasi Akhlak Muslim, Profesor Dock Yates Putuskan Mualaf di Masjid Istiqlal Houston

Ia juga mengaku prosesnya tidak selalu mudah. Sebagai seorang mualaf

“Sebenarnya banyak yang harus saya pelajari, terutama bacaan salat ku. Tapi saya percaya, selama ada niat dan terus belajar, Allah SWT pasti mudahkan jalannya,” tambahnya.

Ke depan, Arman berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan taat. Ia juga memiliki keinginan suatu hari dapat menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci bersama keluarganya. (C)

Penulis: Gusti Kahar

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga