Pol PP Muna Hentikan Penyemprotan Desinfektan oleh Anak Buah Bupati Mubar

Sunaryo

Reporter Muna

Minggu, 05 April 2020  /  3:42 pm

Kasat Pol PP Muna, Bahtiar Baratu bersitegang dengan anggota MPR. Foto : Naryo/Telisik

MUNA, TELISIK.ID - Langkah yang dilakukan anak buah Bupati Muna Barat (Mubar), LM Rajiun Tumada melakukan penyemprotan cairan desinfektan di Kabupaten Muna mendapat reaksi dari Sat Pol PP.  

Dipimpin langsung oleh Kasat Pol PP Muna, Bahtiar Baratu langsung menghentikan aktifitas penyemprotan yang dilakukan beberapa orang yang mengatasnamakan Masyarakat Pencita Rajiun (MPR). Aksi penghentian itu berlangsung tegang.

Baca juga: Harga Beras Melonjak, Pedagang Gigit Jari

Bahtiar bilang, alasan penghentian penyemprotan itu dikerenakan, MPR tidak pernah berkoordinasi dengan tim Satgas COVID-19 (C-19) yang diketuai Pj Sekda Muna, Muhamad Djudul dan Ketua Harian Satgas Kepala BPBD, La Ode Ikbar Rifai.

"Mereka bilang sudah minta izin dari pak Kapolres dan Dandim, tapi kami minta surat izinnya, tidak diberikan. Dengan terpaksa kita hentikan," kata Bahtiar.

Baca juga: Miris, Pelajar di Kendari Cabuli Balita Tetangga

Alasan lain, lokasi penyemprotan MPR sudah beberapa kali dilakukan oleh tim Satgas C-19. Ketakutannya, jangan sampai campuran disenfektan yang digunakan tidak memenuhi standar kesehatan.

"Bukannya dilarang, tapi jangan sampai cairan yang disemprotkan menjadi racun. Otomatis tim Satgas yang akan disalahkan," ujarnya.  

Sementara itu, Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Setda Muna Ali Sadikin, menerangkan, Satgas C-19 tidak akan bertanggungjawab bila terjadi apa-apa akibat kegiatan yang dilakukan MPR. Pasalnya, kegiatan itu tidak sesuai dengan protab protokol penanganan C-19. Apalagi terkesan ada muatan pencitraan politik di dalamnya.

Baca juga: Sultra Ditetapkan Sebagai Daerah Transmisi Lokal, Bombana Diperketat

Ia hanya mengingatkan, agar para simpatisan pendukung Bakal Calon (Balon) Bupati Muna tidak memanfaatkan moment bencana dunia ini. Bicara Pilkada masih lama. Saat ini, ada baiknya fokus dulu dalam penanganan penyebaran virus mematikan itu di wilayah masing-masing.  

"Tolong hargailah Satgas C-19. Jangan melakukan pencitraan. Seharusnya kita urus di daerah kita masing-masing," pesanya.

 

Reporter : Naryo

Editor: Sumarlin