Relawan Pengatur Lalu Lintas Diduga Dianiaya Personel Polri, Polda Sumatera Utara Minta Maaf

Reza Fahlefy

Reporter Medan

Senin, 23 Oktober 2023  /  5:34 pm

Korban dalam kondisi tergeletak di atas becak bermotor diduga usai dianiayai. Foto: Screenshot video viral

MEDAN, TELISIK.ID - Seorang pemuda, Ahmad Firdaus diduga dianiaya oleh belasan personel Polri yang bertugas di Satuan Sabhara Polda Sumatera Utara, di Jalan Sisingamangaraja, Medan.

Informasi yang dihimpun, usai dianiaya, pemuda berusia 37 tahun yang bekerja sebagai relawan mengatur lalu lintas langsung dibiarkan di pinggir jalan.

Video dan foto korban juga viral di media sosial secara berantai di grup WhatsApp wartawan dalam kondisi tergeletak di atas becak bermotor. Badannya terlihat memar.

Seorang relawan pengatur lalu lintas lainnya yang enggan menyebutkan identitasnya mengaku, adanya insiden penganiaya itu.

Baca Juga: Jaringan Bandar Judi Chips Higgs Domino Ditangkap, Ada Ibu Rumah Tangga

"Iya, memang ada kejadian insiden pengeroyokan itu. Tapi saya tidak begitu paham kronologi kejadian insiden itu," kata sumber kepada awak media, Senin (23/10/2023) siang.

Akan tetapi, pemuda ini mengaku, temannya Ahmad Firdaus sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diberikan perobatan.

"Jadi, insiden itu Sabtu 21 Oktober 2023 malam. Saya mendapatkan kabar itu dari teman-teman juga. Saat ini korban dirawat di rumah saki Bhayangkara Medan. Tadi malam tim kepolisian juga ada yang datang ke sini mengecek lokasi kejadian," terangnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi ketika dikonfirmasi perihal insiden itu langsung merespon dan mengirim surat release.

Dalam surat yang dikirim perwira polisi itu tertulis jika Polda Sumatera Utara minta maaf.

Baca Juga: Korban Duga Ada KKN Dihentikannya Perkara Calon Anggota DPD RI Sabam Manalu

"Pertama, korban bernama Firdaus, saat ini sedang menjalani perawatan dan pemulihan di RS Bhayangkara Medan. Kedua pihak keluarga korban berterima kasih dan mengapresiasi serta bersyukur atas pengobatan dan perawatan yang diberikan Polda Sumatera Utara," berikut dalam tulisan surat Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Kemudian, untuk poin yang ketiga, Hadi mengaku saat ini korban merasakan kondisinya sudah lebih baik setelah mendapatkan perawatan dan berterima kasih atas kepedulian Polda Sumatera Utara.

"Untuk poin ke empat, Polda Sumatera Utara meminta maaf atas kejadian yang menimpa korban dan para pelaku saat ini sedang menjalani pemeriksaan Propam untuk mempertanggungjawabkan atas apa yang telah dilakukan," terangnya. (B)

Penulis: Reza Fahlefy

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS