Seukuran Rumah, Asteroid Ini Melintas Dekat Bumi

Fitrah Nugraha

Reporter

Selasa, 29 Maret 2022  /  4:15 pm

Ilustrasi asteroid yang mendekati Bumi. Foto: Repro PIXABAY/urikyo33

JAKARTA, TELISIK.ID - Sebuah asteroid seukuran rumah yang baru ditemukan, melintas di dekat Bumi, Senin (283/2022) kemarin.

Kendati demikian, keberadaan asteroid tersebut tidak ada alasan untuk dikhawatirkan.

Menurut bagan asteroid flybys NASA dikutip dari Suara.com - jaringan Telisik.id, asteroid yang disebut 2022 FB2, berukuran sekitar 49 kaki (15 meter) dan akan mendekat dalam jarak 93.400 mil (150.000 kilometer).

Sebagai perbandingan, jarak rata-rata antara Bumi dan bulan adalah sekitar 239.000 mil (385.000 kilometer).

Menurut database NASA, para astronom pertama kali mendeteksi 2022 FB2 pada Sabtu (26/3/2022).

Flyby mengikuti jejak asteroid lain, yang disebut 2022 FD1, yang melintas hanya dalam jarak 5.400 mil (8.700 kilometer) dari Bumi pada Kamis (24/3/2022).

Sebagaimana melansir laman Space.com, Selasa (29/3/2022), asteroid itu ditemukan oleh astronom Krisztián Sárneczky, yang mengumumkan penemuan itu di Twitter.

Menurut database yang dikelola oleh Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS) NASA di Jet Propulsion Laboratory (JPL) di Pasadena, California, asteroid 2022 FD1 adalah batu ruang angkasa kecil, dengan perkiraan terbesar mengelompokkannya sekitar 12,1 kaki (3,7 meter).

Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem hingga 22 Januari di 27 Provinsi Ini, Sultra Salah Satunya

Baru-baru ini, Sárneczky juga menemukan asteroid bernama 2022 EB5, yang benar-benar menabrak Bumi pada 11 Maret lalu dan terbakar di atas Laut Norwegia.

Itu ditemukan hanya dua jam sebelum tumbukan, dengan para astronom dengan cepat melakukan pengamatan lanjutan yang memungkinkan sistem bahaya, dampak Scout NASA memprediksi di mana dan kapan 2022 EB5 akan menghantam atmosfer Bumi.

"Asteroid-asteroid kecil seperti 2022 EB5 sangat banyak dan mereka cukup sering berdampak ke atmosfer - kira-kira setiap 10 bulan atau lebih," kata Paul Chodas dari NASA, direktur CNEOS di JPL, dalam sebuah pernyataan.

Tetapi tambahnya, sangat sedikit dari asteroid ini yang benar-benar terdeteksi di luar angkasa dan diamati secara ekstensif sebelum tumbukan.

Baca Juga: Masuk Daftar Penceramah yang Dianggap Radikal, Ustaz Felix Siauw Mengucap Syukur

"Pada dasarnya karena mereka sangat redup hingga beberapa jam terakhir dan teleskop survei harus mengamati titik langit yang tepat pada waktu yang tepat untuk satu untuk dideteksi," jelas dia.

Chodas dan ilmuwan lain di seluruh dunia secara teratur mengawasi apa yang disebut NASA sebagai "asteroid yang berpotensi berbahaya" dengan orbit yang membawa mereka dalam jarak 4,6 juta mil (7,5 juta km) dari Bumi.

Untuk diketahui, seperti dikutip dari kontan.co.id, asteroid adalah benda kecil berbatu yang mengorbit Matahari, ukurannya lebih kecil dari planet tetapi lebih besar dari benda seukuran kerikil. Itulah yang disebut sebagai meteoroid.

Sedangkan meteor adalah apa yang terjadi ketika meteoroid (bagian dari asteroid) terbakar saat memasuki atmosfer Bumi. (C)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Kardin