Siswa SMAN 2 Kendari Rahmat Razak Lolos OSN Matematika Tingkat Provinsi
Reporter
Kamis, 09 Juli 2026 / 1:32 pm
Rahmat Razak, siswa SMAN 2 Kendari, berhasil lolos ke tingkat provinsi pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA 2026 bidang Matematika. Foto: Ist.
KENDARI, TELISIK.ID - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMAN 2 Kendari. Salah seorang siswanya, Rahmat Razak, berhasil lolos ke tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA Tahun 2026 bidang Matematika.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah karena pencapaian yang kembali diraih setelah sekian lama SMAN 2 Kendari belum berhasil menembus seleksi OSN bidang Matematika hingga tingkat provinsi.
Pembina OSN Matematika SMAN 2 Kendari, Fitrahullah mengatakan, merupakan hasil kerja sama seluruh tim pembina yang saling melengkapi selama proses pembinaan.
"Di sini ada beberapa guru pembina, sehingga kami saling meng-cover. Kalau ada guru yang berhalangan memberikan pembimbingan, maka guru yang lain mengambil alih. Jadi pembinaannya dilakukan secara bersama-sama," ujarnya.
Menurutnya, kemampuan dasar yang dimiliki Rahmat juga menjadi salah satu faktor penting sehingga proses pembinaan berjalan lebih mudah.
"Kami mengapresiasi kemampuan Matematika yang dimiliki anak ini. Dalam pembinaan tidak terlalu sulit memahami materi yang diberikan. Selain itu, peran guru mata pelajaran di kelas juga sangat penting karena dari sanalah dasar kemampuan matematika siswa dibentuk," jelasnya.
Fitrahullah mengungkapkan, pembinaan telah dimulai sejak Januari 2026 sebagai persiapan mengikuti berbagai kompetisi, termasuk Lomba Cerdas Tepat (LCT) di Universitas Halu Oleo.
Pembinaan dilakukan secara intensif menjelang perlombaan, kemudian sempat terhenti karena adanya berbagai agenda sekolah sebelum akhirnya kembali dipersiapkan menghadapi OSN.
Baca Juga: OSN-K 2026 Resmi Rilis Aturan Baru, Berikut Hal Bisa Bikin Peserta Kabupaten/Kota Kena Blacklist
Dalam proses pembinaan, kata dia, motivasi menjadi aspek yang terus diberikan kepada siswa agar tetap semangat belajar.
"Yang paling sering memberikan motivasi kepada siswa adalah Pak Dedhi Setiadi dan Pak M. Rawal. Mereka memiliki pengalaman panjang dalam membina olimpiade sehingga sangat membantu membangun semangat anak-anak," katanya.
Ia mengakui, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi siswa untuk tetap belajar secara mandiri ketika berada di luar lingkungan sekolah.
"Kalau tidak dikondisikan melalui pembinaan di sekolah, terkadang mereka tidak lagi mengulang materi di rumah. Karena itu kami intensifkan pembinaan agar mereka tetap fokus belajar," tambahnya.
Berdasarkan daftar peserta yang dinyatakan lolos ke tingkat provinsi, Rahmat menjadi salah satu wakil Kota Kendari. Dari daftar tersebut, namanya bahkan berada pada urutan pertama untuk kategori Kota Kendari.
Menghadapi seleksi tingkat provinsi, Fitrahullah mengakui tingkat kesulitan soal akan jauh lebih tinggi dibandingkan seleksi sebelumnya.
"Ke depan kami akan memperbanyak latihan dengan soal-soal tingkat provinsi dan kembali mengintensifkan pembinaan bersama tim pembina lainnya agar siswa lebih siap bersaing," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Kendari, Nur Aida, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Rahmat menjadi harapan baru bagi prestasi akademik sekolah, khususnya di bidang Matematika.
"Untuk Olimpiade Matematika, ini menjadi pencapaian yang sangat membanggakan. Insyaallah kita akan siapkan lagi pembinaan yang lebih matang," katanya.
Baca Juga: Siswi MAN IC Kendari Lolos Final OSN 2025 Bidang Astronomi
Nur Aida menilai, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras para guru pembina yang rela meluangkan waktu di tengah padatnya aktivitas mengajar.
"Guru-guru kami mengajar dari pagi hingga sore, tetapi masih menyempatkan diri melakukan pembinaan. Ini bentuk dedikasi luar biasa, apalagi pembinaan olimpiade membutuhkan tenaga, waktu, dan pikiran yang tidak sedikit," ujarnya.
Ia juga berharap, pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan olimpiade karena membutuhkan dukungan anggaran dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
"Untuk menghadapi tingkat provinsi bahkan nasional, tentu perlu kolaborasi dengan dosen atau pihak yang memiliki kompetensi lebih tinggi agar kemampuan siswa terus berkembang," tutupnya. (A)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS