Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Indonesia Bobol Celah Keamanan NASA

Ahmad Jaelani

Reporter

Minggu, 19 Juli 2026  /  8:22 am

Ibrahim Al Abrar, bocah SD Indonesia, menemukan celah keamanan NASA dan menerima apresiasi resmi. Foto: Repro Viva

JAKARTA, TELISIK.ID - Ibrahim Al Abrar, siswa kelas 6 SD asal Boyolali, Jawa Tengah, menjadi perhatian setelah berhasil menemukan celah keamanan pada domain publik NASA dan menerima apresiasi resmi.

Ibrahim Al Abrar menjadi sorotan publik setelah berhasil menemukan celah keamanan pada salah satu domain publik milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Temuan tersebut membuat siswa kelas 6 SD asal Boyolali, Jawa Tengah, itu menerima surat apresiasi resmi dari NASA yang diterbitkan pada 9 Juli 2026.

Ibrahim, yang akrab disapa Ibra, merupakan siswa SDN 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Ia adalah putra kedua dari tiga bersaudara, pasangan Aminuddin Salas dan Hannisa Oktaviani.

Ayahnya berprofesi sebagai guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMKN Kemusu, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang mendorong Ibra terus mengembangkan minatnya di bidang teknologi informasi.

Ketertarikan Ibra terhadap dunia teknologi bermula dari kegemarannya bermain gim. Dari hobi tersebut, ia mulai belajar membuat gim melalui pemrograman (coding) secara autodidak dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar di internet.

Baca Juga: Profil Yuenchi Arwindi, Advokat Muda Disebut jadi Simpanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Dalam enam bulan terakhir, Ibra mulai mendalami bidang keamanan siber. Ia mempelajari materi melalui YouTube, kecerdasan buatan (AI), serta berbagai komunitas daring yang membahas cybersecurity.

"Cybersecurity itu dapat saran-saran kakak-kakak online," kata Ibra, seperti dikutip dari Detik, Sabtu (19/7/2026).

Berbekal pengetahuan yang dipelajarinya, Ibra kemudian mencoba mencari kerentanan pada sejumlah sistem yang memiliki program pelaporan keamanan. Ia mengaku terinspirasi dari kisah para peneliti keamanan siber yang berhasil menemukan celah pada sistem NASA.

Upayanya membuahkan hasil ketika menemukan kerentanan berupa broken link hijacking pada salah satu domain publik NASA. Temuan tersebut kemudian dilaporkan melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) milik NASA dan selanjutnya berhasil diverifikasi.

Ayah Ibra, Aminuddin, mengatakan putranya telah beberapa kali mengirim laporan sebelum akhirnya memperoleh surat apresiasi dari lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut.

"Kemarin bisa dapat sertifikat NASA itu karena nyari kerentanan di web NASA. Menemukan broken link hijacking. Terus dilaporkan lewat VDP. Lapornya sebenarnya sudah hampir 2 bulan, tapi baru dibalas tanggal 9 Juli, dapat sertifikat itu," kata Aminuddin.

Menurut Aminuddin, Ibra telah mengirim empat laporan kerentanan ke NASA. Dari jumlah tersebut, satu laporan diterima dan memperoleh surat apresiasi, satu laporan disetujui namun masih menunggu tindak lanjut, satu laporan ditolak, sedangkan satu laporan lainnya dinyatakan duplikat karena telah lebih dahulu dilaporkan pihak lain.

Pencapaian tersebut semakin menguatkan keinginan Ibra untuk menekuni bidang keamanan siber. Ia bercita-cita menjadi profesional di bidang tersebut dan terus mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

Baca Juga: Deretan Keluarga Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Punya Jabatan di Pemerintahan, Berikut Sosoknya

Aminuddin berharap keberhasilan putranya menjadi awal yang baik untuk terus belajar sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak Indonesia yang memiliki minat pada dunia teknologi.

"Kalau saya sebagai orang tua, harapannya, ini kan masih awal. Harapannya bisa tambah semangat habis dapat itu (surat apresiasi dari NASA). Mungkin ke depannya bisa dapat bug bounty, biar bisa tambah semangat lagi. Karena kan ke depannya kalau dia memang pingin jadi cybersecurity profesional itu kan berarti sudah ngarahnya ke pekerjaan," ujarnya.

Ia juga mengajak para orang tua untuk terus mendukung minat anak-anak dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan mengembangkan kemampuan.

"Dan mungkin bisa jadi motivasi untuk anak-anak lain yang juga suka IT, ternyata kalau sebenarnya ada niat belajar itu semuanya sekarang itu bisa, mudah gitu. Ada internet, ada AI, ada YouTube. Tinggal niat anaknya masing-masing saja. Karena saya lihat sebagai orang tua seperti itu. Semua itu tergantung motivasi anaknya sendiri," pungkasnya. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS