SMKN 1 Kendari Minta Orang Tua Peka terhadap Perubahan Perilaku Anak
Erni Yanti, telisik indonesia
Sabtu, 18 Juli 2026
0 dilihat
Penandatanganan kerja sama antara orang tua siswa, pihak sekolah, dan BNN untuk screening penyalahgunaan narkoba di SMKN 1 Kendari. Foto: Erni Yanti/Telisik
" Keterlibatan orang tua dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar "

KENDARI, TELISIK.ID - Keterlibatan orang tua dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Karena itu, SMKN 1 Kendari menggelar pertemuan khusus dengan orang tua siswa baru pada rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk menyamakan pola pengawasan terhadap peserta didik.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Kendari, Junisba, mengatakan perhatian orang tua tidak boleh berhenti setelah anak diantar ke sekolah.
Menurutnya, keluarga tetap memiliki peran besar dalam mengenali perubahan perilaku anak yang dapat menjadi tanda adanya masalah.
Baca Juga: SMKN 1 Kendari Gandeng BNN Screening Narkoba bagi Siswa Baru, Orang Tua Beri Dukungan
"Yang paling penting dipahami orang tua adalah pencegahan sejak dini. Ketika anak mulai berubah, misalnya lebih pendiam atau perilakunya berbeda dari biasanya, itu harus menjadi perhatian. Jangan sampai orang tua tidak mengetahui dengan siapa anak bergaul di luar sekolah," ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Junisba menjelaskan, sekolah dan orang tua harus saling berbagi informasi apabila menemukan perubahan perilaku siswa. Kolaborasi akan memudahkan langkah penanganan sebelum persoalan berkembang lebih jauh.
Di lingkungan sekolah, pemantauan dilakukan melalui guru mata pelajaran, wali kelas, hingga guru Bimbingan Konseling (BK). Jika ditemukan indikasi tertentu, sekolah akan berkoordinasi dengan orang tua untuk mengetahui aktivitas siswa di luar jam pelajaran.
Koordinator BK SMKN 1 Kendari, Rudianto, mengatakan proses pendampingan dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memantau kedisiplinan dan kehadiran siswa.
"Kalau ada siswa yang sering terlambat atau menunjukkan perubahan perilaku, kami lakukan konseling. Setelah itu kami panggil orang tuanya untuk mencari tahu kebiasaan anak di rumah maupun di luar sekolah," katanya.
Apabila ditemukan dugaan keterlibatan dengan penyalahgunaan narkoba, sekolah akan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Menurut Rudianto, penanganan kasus narkotika merupakan kewenangan instansi terkait sehingga sekolah hanya melakukan deteksi awal dan pendampingan.
Ia menambahkan, siswa yang menjalani rehabilitasi tetap memperoleh hak untuk mengikuti kegiatan belajar. Jadwal rehabilitasi disesuaikan agar tidak mengganggu proses pendidikan.
Baca Juga: Sekolah Rakyat 70 Kendari Bekali Siswa Hadapi Masa Depan dan Mandiri, Ini Metode yang Diterapkan
Selain memperkuat sistem pengawasan, sekolah juga berencana memperbanyak kegiatan positif bagi siswa, termasuk kompetisi olahraga antarkelas.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi pelajar untuk menyalurkan minat dan bakat sehingga terhindar dari pergaulan negatif.
Salah seorang orang tua siswa baru, Suriati (45), mengaku mendukung langkah sekolah yang melibatkan orang tua dalam pengawasan anak. Menurutnya, ancaman penyalahgunaan narkoba saat ini harus diantisipasi bersama.
"Menurut saya screening seperti ini sangat baik karena sekarang pergaulan anak-anak semakin berbahaya. Kalau bisa dilakukan setiap semester agar pengawasan terhadap siswa semakin maksimal, khususnya saat mereka berada di lingkungan sekolah," ujarnya. (A-Adv)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS