China Sukses Tanam Chip Otak Komersial Pertama di Dunia, Lewati Amerika dan Neuralink Elon Musk
Merdiyanto , telisik indonesia
Sabtu, 18 Juli 2026
0 dilihat
China sukses melakukan operasi tanam chip otak BCI pertama di dunia, melewati Amerika dan Neuralink milik Elon Musk yang masih dalam tahap uji coba. Foto: Repro iStockphoto
" Sejarah baru di bidang neuroteknologi. China menjadi negara pertama di dunia yang berhasil melakukan implantasi chip otak komersial "

SHANGHAI, TELISIK.ID - Sejarah baru di bidang neuroteknologi. China menjadi negara pertama di dunia yang berhasil melakukan implantasi chip otak komersial.
Perangkat bernama NEO (Neural Electronic Opportunity) telah disetujui untuk penggunaan komersial dan berhasil ditanam pada pasien manusia.
Perangkat ini mengungguli perusahaan seperti Neuralink milik Elon Musk yang masih dalam tahap uji coba luas di Amerika Serikat.
Melansir CNN Indonesia, Sabtu (18/7/2026), operasi komersial pertama dilakukan baru-baru ini di salah satu rumah sakit di China. Perangkat NEO yang berukuran koin ini dikembangkan oleh startup Neuracle Technology asal Shanghai, bekerja sama dengan peneliti Universitas Tsinghua.
Chip ini telah mendapatkan persetujuan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Nasional China (NMPA) pada 13 Maret 2026, menjadikannya perangkat BCI invasif pertama di dunia yang boleh dipasarkan secara komersial di luar uji klinis.
Baca Juga: Daftar Negara Paling Berkuasa di Dunia 2026, Indonesia Masuk Peringkat Global
Berbeda dengan pendekatan Neuralink yang menanamkan elektroda langsung ke dalam korteks otak, NEO dirancang lebih minim invasif.
Sensornya ditempatkan di antara tengkorak dan membran pelindung otak, sehingga mengurangi risiko pembedahan.
Manfaat untuk Pasien
Teknologi ini ditujukan terutama bagi pasien lumpuh akibat cedera sumsum tulang belakang atau kelumpuhan (paralisis).
Dengan chip ini, pasien diharapkan dapat mengendalikan perangkat eksternal seperti komputer, kursi roda, atau bahkan anggota tubuh buatan hanya dengan kekuatan pikiran.
Pihak Neuracle menyatakan bahwa pasien uji coba sebelumnya sudah menunjukkan kemampuan mengoperasikan perangkat digital dengan akurasi tinggi setelah pemulihan pascaoperasi.
Keberhasilan China ini langsung menjadi sorotan internasional. Banyak analis melihatnya sebagai bukti kemajuan pesat China dalam bidang sains dan teknologi tinggi, terutama dalam upaya mengejar dan melampaui dominasi Amerika Serikat di bidang kecerdasan buatan dan neuroteknologi.
Baca Juga: Timur Tengah Kembali Panas, Iran Klaim Serang Target Militer AS Usai Pemakaman Khamenei
Namun, terdapat kekhawatiran terkait privasi data otak, keamanan jangka panjang, serta potensi penggunaan teknologi ini di luar keperluan medis, dilansir dari South China Morning Post, Sabtu (18/7/2026).
Pihak berwenang China menyatakan bahwa penggunaan awal akan sangat ketat dan dibatasi untuk aplikasi medis.
Sementara itu, Neuralink milik Elon Musk terus melanjutkan uji coba pada manusia, tetapi belum mencapai tahap komersialisasi penuh seperti NEO.
Neuracle berencana memperluas akses perangkat ini ke lebih banyak pasien di China dalam waktu dekat, sekaligus mempersiapkan ekspansi internasional.
Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi China sebagai pemimpin dalam perlombaan teknologi otak-komputer. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS