Suka Duka Mahasiswa Kendari Dapat Kesempatan Belajar di Kampus Luar Sulawesi Tenggara

Fadli Ansar

Reporter

Selasa, 16 Januari 2024  /  3:22 pm

Mahasiswa PMM saat pengenalan budaya tari di Padepokan Seni Mangun Dharma Malang. Foto: Ist.

KENDARI, TELISIK.ID - Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) menjadi salah satu program Kampus Merdeka Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Mahasiswa terpilih akan memperoleh kesempatan untuk belajar di kampus lain selama satu semester.

Ismail Umar, mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari, menceritakan pengalamannya selama mengikuti program PMM. Mahasiswa yang menjalani PMM di STIE Malangkucecwara (ABM) Malang itu terkesan dengan budaya di Jawa Timur yang menjunjung tinggi toleransi. Selain itu, dengan mengikuti program ini ia bisa sekalian menikmati keindahan alam di Kota Malang.

"Di sana saya bisa bertemu banyak teman yang hebat-habat, ada duta genre, ketua organisasi, anak tari, pokoknya hebat deh mereka," terang Ismail.

Selain itu, Ismail menjelajah budaya Jawa terkhusus Jawa Timur, belajar toleransi antar umat dengan kegiatan modul nusantara, dan bisa sekalian jalan-jalan juga.

Ismail menceritakan bagaimana perbedaan sistem pendidikan di kampus asal dan kampus tujuannya. Ia sangat terkesan dengan profesionalisme dosen di kampus tempatnya belajar satu semester tersebut. Selain itu, ia juga terkesan dengan budaya belajar mahasiswa di sana yang mengutamakan diskusi dan bertukar pendapat.

Baca Juga: Dikbud Sulawesi Tenggara Dorong Guru Manfaatkan PMM Guna Peningkatan Kurikulum Merdeka Belajar

"Saya juga suka banget sama pengalaman belajar di sana karena dosennya benar-benar profesional dan sabar dalam menghadapi mahasiswa. Teman-teman kelas juga mendukung banget untuk kita anak PMM bisa memahami materi dengan saling diskusi dan bertukar pendapat," tambahnya.

Kesan serupa juga diungkapkan oleh Misdha Adelia. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari itu mendapat banyak sekali pengetahuan tentang wawasan kebudayaan dan pengetahuan keilmuan ketika belajar di Universitas Negeri Malang.

"Mengikuti program pertukaran mahasiswa Batch 3 salah satunya adalah ingin mencoba hal-hal baru di universitas lain. Senang saat Program PMM yaitu saat melaksanakan modul nusantara. Hal tersebut memberikan wawasan dan pengetahuan budaya di wilayah tersebut," kata Misdha.

Walaupun banyak sekali kisah menyenangkan yang telah mereka lalui, ada pula kritik dan saran yang diungkapkan. Salah satunya berasal dari mahasiswa bernama Misrha Tul Awalya. Selama mengikuti PMM, masalah pendanaan sering menghambat proses kegiatannya.

Baca Juga: UHO Permantap Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Mahasiswa Universitas Halu Oleo yang menjalani pertukaran di Universitas Trunojoyo Madura Batch 1 itu mengatakan, dana yang terlambat cair, membuat mereka harus menyiapkan uang sendiri dulu.

Masalah lambatnya pencairan uang saku mahasiswa juga disinggung oleh Ismail. Ia mengaku harus menyiapkan dana talangan, karena proses pencairan dana yang memakan waktu.

"Bantuan biaya hidup PMM itu proses pencairannya lumayan lama, jadi yah harus ada uang sendiri yang kita siapkan dari awal," tandasnya. (A)

Penulis: Fadli Ansar

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS