Unik: Pohon Ajaib Hutan Amazon Ini Bisa Berjalan dengan Sendirinya

Merdiyanto

Content Creator

Senin, 30 Maret 2026  /  9:50 am

Pohon Palem atau Socratea Exorrhiza diyakini masyarakat lokal bisa berjalan sendiri di hutan Amazon. Foto: Repro Mongabay

AMAZON, TELISIK.ID - Di kedalaman hutan hujan Amazon yang lebat, terdapat salah satu keajaiban alam paling misterius yakni pohon palem yang konon bisa berjalan sendiri.

Pohon ini dikenal sebagai Socratea exorrhiza, atau lebih populer disebut Walking Palm (Palem Berjalan) dan cashapona oleh masyarakat lokal.

Dengan akar-akar penopang panjang seperti kaki yang menjulang dari tanah, pohon ini sering menjadi bahan cerita wisatawan dan penduduk asli yang mengklaim ia mampu berpindah tempat secara perlahan untuk mencari cahaya matahari.

Pohon Socratea exorrhiza tumbuh hingga ketinggian 25 meter dan tersebar di hutan tropis Amerika Tengah serta Selatan, termasuk wilayah Amazon di Ekuador, Peru, dan Kolombia.

Ciri khasnya adalah akar udara tebal berdiameter 8-10 cm yang bisa tumbuh hingga 70 cm dalam sebulan, dilansir dari mongabay.co.id, Senin (30/3/2026).

Baca Juga: 3 Tradisi Unik Pasca Lebaran di Indonesia

Menurut legenda yang beredar luas di kalangan pemandu wisata, pohon ini berjalan hingga 20 meter per tahun dengan cara menumbuhkan akar baru ke arah cahaya atau tanah yang lebih subur, sementara akar lama secara bertahap mati dan terangkat.

Beberapa cerita bahkan menyebut gerakannya mencapai beberapa sentimeter per hari, membuatnya tampak seperti makhluk hidup yang berpindah mencari kondisi terbaik di tengah persaingan ketat hutan.  

Namun, para ilmuwan membagi pendapat. Beberapa penelitian lama menyebut akar stilt ini memungkinkan pohon berjalan untuk menghindari pohon tumbang atau mencari cahaya, terutama saat bibit tertimpa.

Di sisi lain, studi ilmiah modern seperti penelitian ekolog tropis Gerardo Avalos pada 2005 menyatakan bahwa ini hanyalah mitos, dilansir dari Republika, Senin (30/3/2026).

Baca Juga: Budaya Unik Jelang Idul Fitri di Sulawesi Tenggara

Batang pohon tetap berada di tempatnya sejak berkecambah; akar baru tumbuh dan akar lama mati, tapi tidak ada pergerakan batang yang nyata.

Akar-akar tersebut lebih berfungsi sebagai penopang stabilitas di tanah lembek, menghindari puing-puing, atau membantu mencapai cahaya tanpa batang yang terlalu tebal. Meski begitu, legenda ini tetap hidup dan menjadi daya tarik wisata di Amazon.

Fenomena ini menjadi simbol betapa adaptifnya kehidupan di hutan Amazon yang rapuh. Pohon Socratea exorrhiza juga mendukung biodiversitas dengan menjadi rumah bagi epifit dan berkontribusi pada ekosistem hutan hujan yang semakin terancam deforestasi. (C)

Penulis: Merdiyanto

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS