Puasa Arafah: Amalan Sunnah yang Menghapus Dosa Dua Tahun, Ini Jadwal dan Niatnya
Merdiyanto , telisik indonesia
Jumat, 22 Mei 2026
0 dilihat
Puasa Arafah memiliki keutamaan luar biasa yakni penghapusan dosa selama dua tahun. Foto: Repro Pojok Papua
" Umat Islam di seluruh dunia tengah mempersiapkan diri menyambut hari-hari istimewa di awal bulan Dzulhijjah 1447 H "

JAKARTA, TELISIK.ID - Umat Islam di seluruh dunia tengah mempersiapkan diri menyambut hari-hari istimewa di awal bulan Dzulhijjah 1447 H.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, yang tahun ini diperkirakan jatuh pada sekitar 26 Mei 2026.
Puasa ini menawarkan keutamaan luar biasa, terutama penghapusan dosa selama dua tahun.
Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah radhiyallahuanhu, Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam bersabda:
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim), dilansir dari muslim.or.id, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga: Bolehkah Berkurban dengan Kredit atau Utang, Begini Penjelasannya
Hadis ini menjadikan puasa Arafah sebagai kesempatan emas bagi umat Islam untuk membersihkan diri dari dosa-dosa kecil.
Para ulama seperti Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa penghapusan dosa tersebut umumnya merujuk pada dosa-dosa kecil, meski tetap menjadi pengingat kuat akan rahmat Allah SWT.
Keutamaan Lain Hari Arafah
Selain penghapusan dosa, hari Arafah memiliki keistimewaan luar biasa. Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam bersabda bahwa tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka lebih banyak daripada hari Arafah.
Pada hari itu, Allah SWT turun ke langit dunia dan membanggakan hamba-hamba-Nya di hadapan para malaikat, dilansir dari NU Online, Jumat (22/5/2026).
Hari Arafah juga termasuk dalam sepuluh hari pertama Dzulhijjah, yang disebut sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun untuk beramal saleh.
Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada amal saleh yang dilakukan pada sepuluh hari ini (awal Dzulhijjah).” (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
Hukum dan Tata Cara Puasa Arafah
Puasa Arafah termasuk puasa sunnah muakkad. Ulama sepakat bahwa puasa ini menghapus dosa-dosa kecil. Untuk dosa besar, tetap diperlukan taubat nasuha.
Puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah atau 26 Mei 2026, dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Niat puasa Arafah dapat dibaca pada malam hari sebelum fajar atau di pagi hari sebelum masuk waktu zuhur, dengan lafaz sederhana:
Baca Juga: Hukum Menggunakan Deodoran Saat Berihram, Boleh atau Haram?
“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Yaumil ‘Arafah lillahi ta’ala” (artinya: Saya berniat puasa sunnah Arafah besok karena Allah Ta’ala).
Puasa Arafah juga melatih kesabaran, pengendalian diri, serta meningkatkan ketakwaan dan kedekatan kepada Allah SWT. Selain manfaat spiritual, puasa secara umum juga membawa manfaat kesehatan fisik.
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, takbir, dan amal saleh lainnya pada hari tersebut.
Bagi yang sedang menjalankan puasa, disarankan menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dan memperbanyak ibadah.
Dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Adha, mari kita manfaatkan sisa waktu untuk berpuasa Arafah. Kesempatan ini hanya datang sekali dalam setahun. Wallahu a’lam bish-shawab. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS