Viral Istilah Seks Sampai Mentok, Ternyata Pertanda Hubungan Seks Buruk

Adinda Septia Putri

reporter

Selasa, 11 Juli 2023  /  8:35 am

Melakukan hubungan seks sampai mentok ke dinding vagina artinya Miss V belum terlubrikasi dengan baik dan kurang foreplay. Foto: Repro Hellosehat.com

KENDARI, TELISIK.ID – Istilah seks sampai mentok alias penetrasi yang dilakukan secara maskimal hingga ke dinding terdalam vagina, akhir-akhir ini viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat.

Dilansir dari Suara.com-jaringan Telisik.id, Seksolog dr. Haekal Anshari mengatakan, istilah berhubungan seks sampai mentok jadi salah satu pertanda buruknya hubungan intim, karena Miss V belum 'basah' alias terlumasi maksimal.

"Sebetulnya kalau merasa mentok itu perempuannya belum terangsang optimal, karena pada saat perempuan tersandang optimal dimana lubrikasi vaginanya diproduksi optimal," ujar dr. Haekal di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut dr. Haekal, saat perempuan sudah benar-benar terangsang dan Miss V terlubrikasi sempurna, maka saluran vagina akan memanjang serta melebar, sehingga seks sampai mentok tidak akan terjadi.

Baca Juga: Risiko Infeksi, Ini Waktu Tepat Berhubungan Seks Setelah Keguguran

Jadi tidak heran jika seks sampai mentok, perempuan juga akan merasakan nyeri saat penetrasi dilakukan.

"Kalau misalnya pada saat dipenetrasi perempuannya terasa mentok-mentok belum terangsang optimal, pasti dia merasakan sakit saat dipenetrasi, makanya penting sekali foreplay," tutup dr. Haekal.

Baca Juga: Miss V Berdarah Setelah Berhubungan Seks, Ini Penyebabnya

Dikutip dari Metro.suara.com, kedalaman vagina sendiri beragam, bahkan bisa mencapai 18 cm. Meski demikian, rata-rata kedalaman vagina perempuan adalah sekitar 7 - 8 cm.

Penting dicatat, ini adalah kedalaman vagina rata-rata ketika perempuan belum terangsang. Ketika sudah terangsang, kedalaman vagina akan bertambah - sama saja seperti penis yang ereksi saat lelaki terangsang.

"Karena sifatnya yang elastis, vagina bisa mengembang dan bertambah kedalamannya sehingga bisa menerima penis dengan panjang beragam," terang Dr Shiring Lakhani, urolog dari klinik Elite Aesthetics, Inggris kepada Cosmopolitan.com. (C)

Penulis: Adinda Septia Putri

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS