Viral, Wakil Bupati dan Ajudan Bupati Buton Selatan Bersitegang Soal Kendaraan Dinas
Reporter
Kamis, 12 Maret 2026 / 8:59 am
Bupati, Muhammad Adios dan Wakil Bupati Buton Selatan, La Ode Risawal terakhir kali terlihat hadir bersama di HUT ke-11 Buton Selatan. Foto: Ali Iskandar Majid/Telisik.
BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Ketegangan di lingkaran pimpinan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan adu argumen antara Wakil Bupati Buton Selatan, La Ode Risawal dan ajudan Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, beredar luas di media sosial.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Buton Selatan, pada Rabu (11/3/2026). Dalam video yang beredar di sejumlah grup Facebook maupun WhatsApp, terlihat Wakil Bupati, La Ode Risawal mendatangi rujab dengan maksud mengambil kendaraan dinas yang menjadi haknya.
Namun, petugas yang berjaga di rujab tak berani memberikan izin sebab Bupati Buton Selatan, Muhamad Adios sedang berada di luar daerah. Situasi ini kemudian memicu perdebatan antara Wakil Bupati, La Ode Risawal dan ajudan bupati yang berada di lokasi.
Dalam rekaman video tersebut, wakil bupati tampak berbicara dengan nada tinggi dan menegaskan bahwa dirinya memiliki hak atas kendaraan dinas tersebut. Ia juga menyebut, persoalan itu seharusnya diselesaikan berdasarkan aturan yang berlaku.
Ajudan bupati, Didi kemudian merespons dengan menegaskan bahwa pembahasan mengenai aturan dan administrasi sebaiknya dilakukan di kantor, bukan di rumah jabatan, terlebih saat itu bupati tak berada di tempat.
“Saya minta maaf Pak Wakil, kenapa saat ada Pak Bupati tidak datang,” ujar ajudan tersebut dalam video yang diterima telisik.id, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: Mobil Angkutan Umum Terbakar Tinggal Rangka di Buton Tengah
Perdebatan semakin memanas ketika ajudan mencoba menghubungi Bupati Muhammad Adios melalui telepon untuk melaporkan situasi yang terjadi. Dalam momen itu, Wakil Bupati La Ode Risawal juga sempat melontarkan pernyataan keras yang menyinggung bupati, sehingga memicu emosi ajudan yang kemudian meminta wakil bupati meninggalkan lokasi.
“Keluar!” terdengar ajudan meminta Wakil Bupati La Ode Risawal meninggalkan area rujab.
Namun La Ode Risawal menolak dan menegaskan bahwa dirinya datang untuk mengambil haknya. Ia juga menyebut, sebelumnya telah meminta kejelasan terkait kendaraan dinas tersebut di kantor pemerintah daerah.
Keributan itu sontak menarik perhatian sejumlah pegawai serta anggota Satpol PP yang sedang bertugas di rumah jabatan. Ketegangan akhirnya berhasil diredam setelah seorang pejabat yang berada di lokasi turun tangan menenangkan kedua belah pihak.
Insiden di rumah jabatan itu disebut bukan yang pertama. Bedasarkan informasi yang dihimpun telisik.id, sehari sebelumnya, pada Selasa (10/3/2026), Wakil Bupati La Ode Risawal juga sempat terlibat ketegangan dengan Sekretaris Daerah Buton Selatan, La Ode Harwanto, terkait persoalan yang sama, yakni mengenai kendaraan dinas wakil bupati.
Rentetan peristiwa tersebut memicu perhatian publik karena terjadi di level petinggi birokrasi daerah.
Beredarnya video tersebut memicu berbagai reaksi masyarakat. Banyak pihak menilai ketegangan yang terjadi di lingkungan resmi pemerintahan mencerminkan adanya persoalan komunikasi dan koordinasi di antara pimpinan daerah.
Situasi yang seharusnya berlangsung dalam suasana formal justru berubah menjadi perdebatan terbuka di lingkungan rumah jabatan bupati.
Beberapa pihak juga mengaitkan peristiwa ini dengan sejumlah sikap kontroversial yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik. Salah satunya ketika wakil bupati terlihat merokok saat berlangsungnya upacara resmi pemerintahan, menuai kritik karena dianggap tidak mencerminkan etika dalam acara kenegaraan.
Rentetan kejadian tersebut memperkuat persepsi publik bahwa dinamika hubungan di lingkaran pimpinan daerah Buton Selatan tengah mengalami ketegangan.
Baca Juga: Viral Perang Sarung Dua Kelompok Remaja Berujung Perkelahian di Pasarwajo Buton
Sebagai pejabat publik, setiap tindakan dan sikap yang ditampilkan di ruang formal tidak hanya dipandang sebagai perilaku pribadi, tetapi juga sebagai cerminan etika kepemimpinan.
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, masyarakat berharap para pemimpin daerah dapat menjaga profesionalitas, memperkuat komunikasi internal, serta mengedepankan etika dalam setiap dinamika pemerintahan.
Sampai berita ini diturunkan, telisik.id terus berupaya melakukan konfirmasi kepada kedua belah pihak maupun Sekretaris Daerah namun belum ada balasan lebih lanjut. (C)
Penulis: Ali Iskandar Majid
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS