Pria di India Bawa Kerangka Kakaknya ke Bank untuk Cairkan Tabungan
Merdiyanto , telisik indonesia
Minggu, 03 Mei 2026
0 dilihat
Seorang pria India membawa mayat saudara perempuannya ke bank untuk cairkan tabungan korban. Foto: Repro The Daily Star
" Sebuah aksi nekat dan menyayat hati terjadi di distrik Keonjhar, negara bagian Odisha, India timur. "

ODISHA, TELISIK.ID - Sebuah aksi nekat dan menyayat hati terjadi di distrik Keonjhar, negara bagian Odisha, India timur.
Seorang pria bernama Jitu Munda (52 tahun) menggali makam kakak perempuannya yang telah meninggal dunia, kemudian membawa kerangka tersebut ke kantor cabang bank untuk membuktikan kematian sang kakak.
Menurut laporan, Jitu berusaha mencairkan saldo rekening kakaknya sebesar sekitar 19.300 INR hingga 20.000 INR atau sekitar Rp 3,5–Rp 3,7 juta. Namun, pihak bank berulang kali menolak karena tidak ada surat keterangan kematian resmi.
Jitu, yang disebut buta huruf dan tidak paham prosedur birokrasi, merasa frustrasi setelah beberapa kali ditolak. Petugas bank disebut meminta "pemilik rekening" datang sendiri, dilansir dari bbc.com, Minggu (3/5/2026).
Baca Juga: PSK di Belgia Resmi jadi Pekerja Formal, Dapat Hak Cuti hingga Asuransi
Pada 27 April 2026, Jitu nekat menggali makam kakaknya yang telah dimakamkan sekitar dua bulan sebelumnya.
Ia membungkus tulang belulang itu dengan kain dan karung, lalu berjalan kaki sejauh hampir 3 kilometer di bawah terik matahari sambil memanggul kerangka jenazah kakaknya.
Video aksi tersebut menjadi viral dan memicu kemarahan publik terhadap birokrasi bank yang dianggap tidak sensitif.
Jitu mengatakan kepada media, “Saya membawa kerangka ini untuk menunjukkan bahwa dia sudah meninggal," ucapnya, seperti dikutip dari liputan6.com, Minggu (3/5/2026).
Video yang beredar menunjukkan dirinya meletakkan bungkusan tersebut di luar pintu masuk bank.
Baca Juga: Negara Paling Banyak Utang ke IMF 2026, Berikut Daftarnya
Respons Pihak Berwenang
Kasus ini langsung menjadi perhatian polisi dan pemerintah setempat. Polisi turun tangan, membantu proses pencairan dana, dan memastikan kerangka kakak Jitu dimakamkan kembali dengan layak.
Bank terkait (Odisha Grameen Bank) kemudian menyelesaikan klaim ahli waris. Beberapa laporan menyebut Jitu sempat dalam keadaan mabuk saat kejadian, tapi yang utama adalah ketidakpahamannya terhadap prosedur administratif.
Insiden ini memicu diskusi luas di India tentang kesulitan masyarakat suku pedalaman (tribal) dalam mengakses layanan keuangan, terutama soal dokumen dan literasi. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS