Harga LPG 5,5 Kg Nonsubsidi Tembus Rp 128 Ribu, Warga dan Pedagang di Kendari Terbebani
Fandi Ardin, telisik indonesia
Minggu, 03 Mei 2026
0 dilihat
Salah satu agen resmi LPG nonsubsidi, di mana harga gas 5,5 Kg melonjak drastis per tabung membebani rakyat. Foto: Fandi Ardin/Telisik
" Kenaikan harga gas LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram kini dirasakan langsung oleh masyarakat di Kota Kendari "

KENDARI, TELISIK.ID - Kenaikan harga gas LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram kini dirasakan langsung oleh masyarakat di Kota Kendari. Harga di tingkat pengecer dilaporkan telah mencapai Rp 128 ribu per tabung, naik dari kisaran sebelumnya Rp 118 ribu.
Kenaikan ini berdampak pada rumah tangga hingga pelaku usaha kecil yang bergantung pada penggunaan gas untuk kebutuhan sehari-hari.
Pantauan tim telisik.id melalui aplikasi MyPertamina, Minggu (3/4/2026), menunjukan adanya pemberitahuan penyesuaian harga Bright Gas di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam informasi tersebut disebutkan, sejak 18 April 2026, harga Bright Gas 5,5 kilogram di tingkat showroom sebesar Rp 114 ribu per tabung dan Rp 120 ribu untuk pengantaran.
Sementara itu, harga Bright Gas 12 kilogram tercatat Rp 238 ribu di showroom dan Rp 245 ribu untuk layanan pengantaran.
Namun, harga yang diterima masyarakat di lapangan lebih tinggi dari angka tersebut. Selisih harga diduga muncul akibat tambahan biaya distribusi di setiap rantai penyaluran, mulai dari agen resmi hingga pengecer.
Baca Juga: Pria dan Wanita di Kendari Ditangkap Selundupkan 67 Tabung LPG Subsidi ke Sulawesi Tengah
Di tingkat agen resmi, kenaikan harga terjadi dari Rp 100 ribu menjadi Rp 118 ribu per tabung di salah satu agen di Jalan H. Banawula Sin Apoy. Seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya di agen tersebut menjelaskan, harga yang mereka terapkan mengikuti arahan distribusi yang diterima.
“Kami disuruh dari pihak pertamina untuk menjual gas LPG 5,5 Kg dengan harga Rp 118 ribu per tabung, harga awalnya sebelum naik kami jual Rp 100 ribu per tabung, soal apakah harga tersebut sudah sesuai dengan harga yang sudah ditentukan kami tidak tahu,” ungkapnya.
Sementara itu, di agen lain yang berada di Jalan Banteng, harga juga mengalami penyesuaian dari Rp 97 ribu menjadi Rp 114 ribu per tabung. Salah satu karyawan setempat,Tahir menerangkan, perubahan tersebut terjadi mengikuti kebijakan distribusi yang berlaku.
“Kami menjual harga gas LPG 5,5 Kg itu Rp 114 ribu per tabung dan untuk harga awal itu Rp 97 ribu,” ujar Tahir.
Di tingkat pangkalan atau pengecer, harga kembali meningkat karena adanya biaya tambahan dalam proses distribusi. Pengecer membeli dari agen dengan harga Rp 118 ribu dan menjual ke masyarakat sebesar Rp 128 ribu per tabung. Salah satu pengecer, Masno menyebut, kenaikan harga dipengaruhi biaya operasional yang harus ditanggung.
“Saya jual harga Rp 128 ribu per tabung karena saya beli di agen itu Rp 118 ribu. Saya kasi harga begitu karena biaya bensin juga kita pergi beli di agen, saya rasa harga begitu sudah pas. Biasa kios-kios kecil kalau mereka beli di sini mereka jual lagi harga Rp 140 ribu,” jelas Masno.
Kondisi kenaikan harga ini berdampak langsung pada masyarakat. Seorang ibu rumah tangga mengaku terkejut dengan perubahan harga yang terjadi dalam waktu singkat. Ia menyebut, sebelumnya masih membeli dengan harga lebih rendah di pangkalan.
“Naiknya harga gas ini bikin kita kaget sebenarnya padahal kemarin-kemarin saya beli itu masih Rp 115 ribu di pangkalan sekarang sudah naik Rp 128 ribu. Menurut saya ini mahal ditambah lagi bahan-bahan pokok juga naik. Tapi mau bagaimana lagi kita masak pakai gas mau tidak mau harus beli,” kata seorang ibu rumah tangga, Diah (47).
Baca Juga: Penyesuaian Harga LPG 3 Kg hingga 12 Kg di Seluruh Indonesia April 2026, Berikut Rinciannya
Hal serupa dirasakan pelaku usaha kecil yang bergantung pada penggunaan gas untuk kegiatan produksi. Kenaikan harga membuat margin keuntungan berkurang, terutama saat penjualan tidak stabil.
“Harga sekarang gas sekarang sudah mahal, susah juga kita. untung yang saya dapat agak berkurang karena naiknya ini harga gas,” ujar pelaku usaha, Supri (38).
Hingga saat ini, harga LPG 5,5 kilogram di Kendari masih bervariasi di lapangan, tergantung jalur distribusi dan lokasi penjualan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi terkait penyebab kenaikan tersebut. (A)
Penulis: Fandi Ardin
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS