Warga Sekitar Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara Keluhkan Debu dan Jalan Rusak

Rasmin Jaya

Reporter

Kamis, 09 Februari 2023  /  7:48 pm

Kondisi jalan rusak dan berdebu sangat menggangu aktivitas masyarakat hingga timbulkan gangguan kesehatan. Foto: Rasmin Jaya/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Masyarakat keluhkan debu yang berterbangan di sepanjang jalan menuju Nanga-nanga Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Debu itu dinilai mengganggu pengguna jalan dan warga yang berada di sepanjang jalan tersebut, tebalnya debu membuat sebagian pengguna jalan harus menutup hidung dengan menggunakan masker guna menghindari sesak nafas.

Dari pantauan Telisik.id, diketahui debu tersebut berasal dari adanya kegiatan perbaikan jalan namun terlihat tidak ada tindakan penyiraman dari pihak terkait, sehingga kondisi debu berterbangan di rumah dan warung masyarakat.

Baca Juga: Potensi Spot Wisata Bukti Alang-alang di Kota Kendari

Salah seorang warga sekitar, Dani (42) mengaku kesal, karena pihak dinas terkait tidak segera menyikapi banyaknya debu, apalagi menyangkut kesehatan masyarakat.

"Dari Desember 2022 janjinya akan diperbaiki tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut, akibat kerusakan jalan tersebut sangat sering terjadi kecelakaan, karena kondisi jalan yang sempit," katanya, Kamis (9/2/2023).

Dani mengungkapkan, debu jalanan yang berserakan sampai masuk ke dalam warung dan rumah masyarakat.

"Kita saja orang tua sangat terganggu saluran pernapasan apalagi anak-anak, akibat debu jalanan yang tidak ada perhatian dari pemerintah," ujarnya.

Ia berharap pemerintah bisa segera mengaspal jalan tersebut, apa lagi posisinya dekat dengan kantor Gubernur Sulawesi Tenggara.

Salah satu pengguna jalan, Ahmad Husen (32) mengaku terganggu dengan kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki. Banyaknya debu sangat mengganggu pernapasan pengguna jalan yang melintasi lokasi tersebut, apa lagi masyarakat sekitar cukup resah.

"Ini kan hampir setiap saat kendaraan lewat, apa lagi mobil-mobil besar, otomatis sangat terdampak sekali, karena sangat mengganggu kesehatan," bebernya.

Warga lainnya, Astiarita (43) merasa kesal karena hampir setiap hari terganggu debu, akibatnya kesehatan terganggu, mulai batuk, flu bahkan anak-anak sering merasa sakit.

Baca Juga: Pelajar Asal Kendari Raih Gelar Duta Siswa Inspiratif Indonesia

"Kalau bisa secepatnya diaspal, apa lagi ini kan sudah dekat lagi bukan puasa," cetusnya.

Warga berharap ada inisiatif dari pihak terkait untuk secepatnya menyemprot debu jalanan agar tidak mengganggu kesehatan masyarakat dan bisa secepatnya diaspal.

Sementara salah seorang pedagang yang enggan menyebutkan namanya menilai, akibat banyaknya debu di badan jalan membuat barang dagangannya harus dibersihkan setiap harinya, apa lagi jalan yang cukup padat pengendara. (A)

Penulis: Rasmin Jaya

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS