KONAWE SELATAN, TELISIK.ID - Pondok pesantren Tahfidzul Qur’an Darurraihanun Nahdlatul Wathan yang beralamat di jalan poros Ambaipua Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, disegel, imbas hilangnya salah satu santri bernama Agung Kurniawan (14).
Sebelum hilang, Agung Kurniawan bersama teman-temannya meminta sumbangan di pasar. Di hari yang sama, teman-temannya kembali ke pondok. Pengakuan rekannya waktu itu, Agung memberitahu bahwa ia akan menyusul pulang.
Teman-temannya langsung mengiyakan tanpa menaruh curiga sedikit pun. Pihak pondok mengira Agung pulang ke rumah, karena memang rumahnya tak jauh dari pondok. Rekannya juga pernah bilang, Agung sudah biasa pulang ke rumah tanpa meminta izin dari pengurus pondok.
Salah seorang pembina Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darurraihanun Nahdlatul Wathan, Prasetyo mengungkapkan, di Hari Minggu 25 Februari 2024 pagi, Agung meminta izin pada pimpinan pondok ikut menggalang dana ke pasar sekalian ada sesuatu yang ingin ia beli.
"Kebetulan pondok kami ini sedang melakukan renovasi bangunan," tuturnya, Sabtu (20/7/2024).
