2 Jurus Maut Purbaya dan BI Perkuat Rupiah Jebol ke Dolar AS

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 08 Juni 2026
0 dilihat
2 Jurus Maut Purbaya dan BI Perkuat Rupiah Jebol ke Dolar AS
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan BI sepakat memperkuat kebijakan menjaga stabilitas rupiah. Foto: Instagram@menkeuri

" Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan menyepakati penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter "

JAKARTA, TELISIK.ID - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan menyepakati penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global yang masih berlangsung terhadap mata uang negara berkembang.

Kesepakatan tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo usai menghadiri rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Ia menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat agar mampu merespons dinamika ekonomi global secara lebih terarah.

"Penguatan koordinasi fiskal-moneter itu terus kita lakukan dan saat ini memang difokuskan bagaimana fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, saling memperkuat dengan kewenangan masing-masing untuk memperkuat upaya-upaya bersama melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah," kata Perry, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Senin (8/6/2026).

Perry menjelaskan terdapat dua langkah utama yang telah disepakati BI dan Kementerian Keuangan dalam menjaga stabilitas rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kedua langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat arus masuk modal asing serta menjaga likuiditas di pasar keuangan domestik.

Langkah pertama adalah meningkatkan daya tarik instrumen keuangan dalam negeri agar kembali menarik minat investor asing. Perry menyebut kenaikan suku bunga di berbagai negara telah memicu keluarnya arus modal dari pasar keuangan Indonesia, termasuk dari saham, Surat Berharga Negara (SBN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Oleh karena itu fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil supaya inflows ini kembali masuk besar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," ujarnya.

Baca Juga: Rupiah Jebol Rp 18.000 per Dolar AS, Berikut 7 Pemicunya

Langkah kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan nasional. Dalam kebijakan ini, pemerintah tetap menempatkan dana kas negara di Bank Indonesia, sementara BI memberikan imbal hasil atau remunerasi atas dana tersebut dengan tingkat yang kompetitif.

Perry menuturkan mekanisme tersebut menjadi bagian dari operasi moneter yang tetap berjalan seiring dengan dukungan kebijakan fiskal pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Dengan demikian operasi moneter itu tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah sementara operasi fiskalnya juga mendukung," katanya.

Ia menambahkan, koordinasi antara BI dan Kementerian Keuangan akan terus diperkuat secara berkelanjutan sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global dan domestik yang terus berkembang.

"Kami sepakat ini akan terus kita lakukan. Penguatan koordinasi fiskal yang sudah kuat selama ini sekarang diperkuat dan secara berkesinambungan terus akan diperkuat," ucap Perry.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan memastikan kebijakan fiskal berjalan sejalan dengan kebijakan moneter yang dijalankan Bank Indonesia. Menurutnya, sinkronisasi kebijakan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat pertumbuhan nasional.

"Ke depan kita akan fokus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik, sehingga pertumbuhan kita akan semakin cepat," kata Purbaya.

Baca Juga: Rupiah Kembali Jatuh ke Angka Rp 17.900, Berikut Alasannya

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara pemerintah dan bank sentral agar dampak kebijakan dapat lebih optimal terhadap perekonomian nasional.

"Kita akan mendukung bank sentral untuk memperkuat koordinasi supaya kebijakan makin sinkron. Supaya dampak kebijakan antara moneter dan fiskal juga lebih signifikan ke perekonomian," ujarnya.

Purbaya menilai sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan Bank Indonesia dapat membantu meningkatkan kepercayaan pelaku pasar terhadap stabilitas rupiah dan arah kebijakan ekonomi nasional.

"Tentu kalau kebijakan sudah menyatu, sinergi penuh, itu harusnya akan mengembalikan pasar ke nilai tukar rupiah, sehingga rupiah akan meningkat secara signifikan, tidak akan melemah lagi," katanya. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga